Prabowo Bertemu Ratu Máxima Bahas Akselerasi Inklusi Keuangan dan Kesehatan Finansial

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 27 November 2025 | 16:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Ratu Máxima di Istana Negara, Jakarta. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto bersama Ratu Máxima di Istana Negara, Jakarta. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Ratu Máxima dari Belanda yang berperan sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health pada Kamis (27/11/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini menandai komitmen Indonesia mempercepat agenda inklusi keuangan dan kesehatan finansial.

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan atas kontribusi Ratu Máxima dalam memajukan konsep kesehatan keuangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Yang Mulia Ratu Máxima, sekali lagi saya ingin menyambut Anda di Indonesia dan menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kunjungan Anda di sini dalam peran Anda sebagai advokat khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Keuangan,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memerlukan strategi nasional yang kuat dan terstruktur. 

Salah satunya adalah pembentukan dewan lintas sektor yang dapat memberikan rekomendasi langsung kepada Presiden untuk mempercepat implementasi kebijakan inklusi keuangan.

“Saya pikir ini adalah sesuatu yang nyata dan kita bisa bergerak sangat cepat,” ujar Prabowo.

Merespons hal tersebut, Ratu Máxima menyampaikan apresiasi atas pencapaian Indonesia dalam memperluas akses layanan keuangan. 

Ia menekankan bahwa inklusi keuangan harus berujung pada perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Saya pikir sekarang saatnya melihat alasan di balik inklusi keuangan. Kita ingin mereka memiliki kehidupan yang lebih baik hari ini dan esok, serta tidak terjerumus dalam masalah. Jadi, saya pikir Itulah inti dari kesehatan finansial,” kata Ratu Máxima.

Ratu Máxima mengakui Indonesia telah mencatat kemajuan besar dalam perluasan akses layanan keuangan.

Namun, ia menilai implementasi kebijakan perlu diperkuat agar manfaatnya dirasakan pekerja informal, pelaku UMKM, dan kelompok berpenghasilan rendah.

Pertemuan bilateral ini menjadi momentum baru dalam kerja sama strategis Indonesia dengan komunitas internasional untuk memperkuat arsitektur kebijakan keuangan nasional.

Fokus kolaborasi mencakup perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terjangkau, peningkatan literasi finansial keluarga, serta penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.

Agenda ini sekaligus membuka peluang bagi transformasi ekonomi nasional berbasis keadilan, akses setara, dan keberlanjutan sosial sebagai fondasi kesejahteraan rakyat.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: