Gabung Pasukan Perdamaian Gaza, TNI AU Siapkan 3.650 Prajurit hingga Hercules

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 27 November 2025 | 19:02 WIB
Ilustrasi prajurit TNI saat HUT Ke-80 TNI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Ilustrasi prajurit TNI saat HUT Ke-80 TNI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - TNI Angkatan Udara turut menyiapkan 3.650 prajurit untuk bergabung dalam brigade komposit pasukan perdamaian yang dikirim ke Gaza, Palestina. Pasukan ini akan turut bergabung ke dua matra lainnya, yaitu Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL).

“Semua yang dibutuhkan di sana (Gaza), kita sudah siapkan sekitar 3.650 orang, nanti kita akan bergabung dengan pasukan Angkatan Darat dan Angkatan Laut,” jelas Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Muda Palito Sitorus kepada wartawan pada Kamis (27/11/2025).

Adapun, prajurit dari Matra Udara yang diberangkatkan berasal dari berbagai satuan di antaranya, penerbang, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), satuan kesehatan, Pusat Geospasial (Pusgeos), dan lainnya.

Selain prajurit yang dikirim, TNI AU tengah menyiapkan alutsista pesawat Hercules C-130 sesuai arahan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk bisa tergabung dalam operasi ini.

“Hercules, jadi kita akan menyesuaikan. Kesiapan pesawat kita sudah ada. Jadi, ini nanti tergantung dari permintaan pasukannya, berapa yang akan kita kirimkan ke sana,” tegasnya.

Sementara itu, terkait bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, TNI tengah melakukan persiapan untuk mengirim 20 ribu prajurit yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam operasi kemanusiaan.

Prajurit tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta misi PBB yang memiliki kemampuan dasar, interoperabilitas kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan.

“Angka 20.000 adalah kapasitas kekuatan TNI yang telah disiapkan dalam kerangka dukungan perdamaian dan kemanusiaan,” kata Kapuspen Mabes TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah kepada wartawan yang dikutip pada Minggu (16/11/2025).

Walaupun demikian, penunjukan nama batalion tertentu masih menunggu mandat resmi PBB, keputusan pemerintah, serta struktur misi yang akan ditetapkan Dewan Keamanan PBB. Saat ini, yang disiapkan adalah paket kemampuan dan kapabilitas, bukan satuan spesifik.

“Untuk misi Gaza, TNI menyiapkan kapabilitas inti kesehatan dan zeni konstruksi yang memang dibina untuk operasi kemanusiaan dan perdamaian,” jelasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: