Apa Bahaya Kulit Kaki Pecah-pecah?
BeritaNasional.com - Kulit kaki pecah-pecah di sekitar tumit atau telapak kaki sering kali dianggap sebagai masalah kulit ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. Padahal, kondisi ini tidak selalu sesederhana itu.
Retakan pada tumit atau telapak kaki bisa menjadi tanda bahwa kulit sedang mengalami gangguan, mulai dari kekeringan ekstrem hingga adanya tekanan berlebih pada area tertentu. Jika dibiarkan maka akan menimbulkan bahaya.
Bahaya kulit kaki pecah-pecah bisa menimbulkan rasa sakit, perih, perdarahan, bahkan infeksi.
Sebelum masalahnya semakin berbahaya, maka penting untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan kaki pecah-pecah, apakah kondisi ini berbahaya, serta gejala awal yang perlu Anda waspadai.
Kaki pecah-pecah sering disebut juga cracked heels atau heel fissures merupakan kondisi ketika kulit di area tumit mengeras, mengering, dan tampak retak.
Gejala dan potensi bahaya kaki pecah-pecah
Telapak atau tumit pada kaki pecah-pecah umumnya ditandai,
• Kulit terasa kering dan keras
• Kulit telapak atau tumit kaki menjadi menebal di area tepi tumit. Kondisi ini juga bisa disertai sejumlah gejala lain, seperti kulit yang mengelupas, rasa gatal, nyeri, kemerahan, hingga munculnya koreng.
Retakan pada kulit biasanya tampak jelas. Jika tidak segera dirawat dan tumit terus menerima tekanan berlebih, celah tersebut bisa makin melebar dan menembus lebih dalam.
Pada tahap ini, rasa sakit bisa muncul ketika berjalan atau berdiri, bahkan retakan dapat berdarah jika kondisinya semakin parah. Dalam situasi tertentu, terutama ketika disebabkan oleh masalah kesehatan lain, kaki pecah-pecah bisa berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius seperti,
• Selulitis atau infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya
• Luka ulkus pada kaki, terutama pada penderita diabetes
• Mati rasa pada area tumit
Karena itu, memahami gejalanya sejak awal dan melakukan perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah kondisi ini bertambah buruk dan segera mengobatinya, baik dengan membeli obat di apotek atau ke dokter.
Sumber: Antara

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







