Data Terbaru BNPB: 174 Meninggal, Puluhan Masih Hilang di Tiga Provinsi
BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data korban jiwa dari rentetan bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyebut total korban meninggal dunia saat ini mencapai 174 orang, dengan jumlah terbanyak berasal dari wilayah Sumut sebanyak 116 jiwa.
“Provinsi Sumatera Utara per sore ini kami mendata untuk seluruh provinsi Sumatera Utara korban meninggal dunia ada 116 orang jiwa. Kemudian, 42 jiwa masih dalam pencarian,” kata Suharyanto dalam konferensi persnya, Jumat (28/11/2025).
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 35 orang, dengan total pengungsi mencapai 4.846 KK yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Untuk korban jiwa per sore ini yang kami dapatkan, sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka,” sebutnya.
Lebih lanjut, untuk data korban jiwa akibat bencana di Sumbar, tercatat 23 orang meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 orang mengalami luka-luka.
“Ini 3 provinsi ini relatif bencananya besar meskipun kalau dibandingkan dengan Sumut–Aceh, ya Sumbar ini relatif lebih ringan, tapi bukan berarti ringan kalau dibandingkan dengan Sumut–Aceh. Tapi kalau dibandingkan skala bencananya, Sumbar sendirian ini sangat besar dan masif,” bebernya.
Suharyanto mengatakan bahwa data tersebut masih mungkin berubah menyusul sejumlah titik yang hingga kini belum dapat ditembus oleh personel gabungan akibat akses yang terputus.
“Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus. Karena masih dalam proses penanganan yang diindikasikan di tempat longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa,” imbuhnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







