Dua Desa di Sumbar Masih Terisolir Pasca Banjir dan Longsor

Oleh: Kiswondari
Senin, 01 Desember 2025 | 07:41 WIB
Dua desa di Sumbar masih terisolir pasca banjir dan longsor. (Foto/BNPB)
Dua desa di Sumbar masih terisolir pasca banjir dan longsor. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih melakukan penanganan darurat atas bencana cuaca ekstrem. Selain pertolongan dan pencarian korban, memprioritaskan juga pendistribusian bantuan kepada warga di seluruh wilayah terdampak, yang mana masih terdapat dua desa yang terisolir di Sumbar sejak 25 November 2025. 

Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB Andria Yuferryzal menyampaikan bahwa penanganan akses yang masih tertutup material longsor diupayakan untuk dibuka segera. Harapannya, kendaraan roda dua dapat menembus jalan untuk mobilitas warga setempat. 

“Di Agam ada dua daerah yang terisolir, satu di Des Aia Hubarang dan di Malalak Timur ini,” kata Yuferryzal saat berada di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (30/11/2025) melalui keterangan yang diterima Senin (1/12/2025). 

Sebelumnya pemerintah kabupaten setempat telah mengerahkan dua alat berat, dan hari ini BNPB menambah dua alat berat untuk membuka akses jalan. Yufferyzal menyampaikan penanganan akses di Malalak Timur tersebut penuh tantangan karena medan yang curam. 

Gubernur Sumbar Mahyeldi pun turun langsung memimpin rapat koordinasi di tingkat provinsi pada Minggu (30/11/2025) kemarin. Untuk mempercepat proses distribusi bantuan, Mahyeldi mengatakan akan melakukan percepatan penanganan jalur dan akses yang masih putus. Satu-satunya jalur yang bisa dilewati dari Kota Padang menuju ke kabupaten atau kota yang terdampak saat ini adalah melalui jalur timur yakni melalui Kabupaten Solok.

"Saat ini seluruh OPD sudah turun ke lapangan untuk melakukan percepatan penanganan akses yang terputus. Minimal sepeda motor bisa lewat, kalu sudah sepeda motor, mobil baru lewat. Penanganan jalur ini juga sekaligus untuk mempercepat mobilisasi bantuan," jelas Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, pembukaan akses tersebut sangat terkait dengan jaringan transportasi dan jaringan logistik. Dengan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasca bencana di wilayah terdampak.  

Dengan adanya akses yang masih terputus, pemerintah daerah setempat menggunakan pengiriman jalur udara. Saat ini BNPB menyiagakan helikopter untuk pengiriman bantuan dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sedangkan hari ini (30/11), helikopter TNI AU telah melakukan pengiriman bantuan sebanyak 2 sorti di wilayah Kabupaten Agam. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: