Sambut Libur Nataru, Kemenkes Siapkan 2.701 Pos Kesehatan di 31 Provinsi
BeritaNasional.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah sigap menyambut pergerakan masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Sebanyak 2.701 pos pelayanan kesehatan disiapkan di 31 provinsi, terutama di wilayah dengan intensitas pergerakan kendaraan yang tinggi.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk merealisasikan rencana ini.
"Saya membutuhkan bantuan dari para gubernur, bupati, wali kota, dan kepala dinas-kepala dinas, agar berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mempersiapkan 2.701 pos pelayanan kesehatan," kata Menkes Budi yang dikutip dari Antara News pada Senin (1/12/2025).
Fokus di Jalan Arteri dan Pusat Pariwisata
Menkes Budi menjelaskan bahwa mayoritas pos kesehatan akan ditempatkan pada jalur vital.
"Jadi sekitar 1.200-an itu akan dipasang di jalan arteri. Selain di jalan-jalan jalur darat, juga ada di tempat-tempat umum yang lain, terutama yang menjadi pusat-pusat pariwisata atau tempat-tempat berkumpul dalam perjalanan, yang kita minta juga dipersiapkan pos kesehatan," ucap Menkes.
Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas juga sudah dilatih untuk menangani masalah kesehatan yang paling sering terjadi selama musim liburan, mulai dari kasus ringan hingga darurat.
"Masalah kesehatan selain tadi yang ringan-ringan, yang parah-parah itu biasanya terjadi karena kecelakaan," paparnya.
Cek Kesehatan Pengemudi Sangat Mendesak
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti pencegahan kecelakaan sebagai kunci utama menjaga kesehatan selama Nataru. Ia menekankan bahwa kecelakaan seringkali disebabkan oleh kondisi pengemudi, bukan penumpang.
Oleh karena itu, Kemenkes mengimbau pemerintah dan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia untuk gencar menyosialisasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para pengemudi.
"Kecelakaan ini bukan disebabkan oleh penumpangnya, tetapi disebabkan oleh pengemudinya. Pengalaman kita, kalau bisa menjaga kesehatan pengemudi, maka masalah kesehatannya juga betul-betul bisa diatasi. Berdasarkan pengalaman kita, ada kurang lebih 30 ribuan pengemudi yang harus dicek kesehatannya dan sebagian besar ada di Jawa," ucap Menkes.
Menkes menambahkan, dari sekitar 7.500 pengemudi yang sudah menjalani CKG, lima persen di antaranya terindikasi memiliki masalah kesehatan.
"Jadi, kami mohon pertolongan bupati, wakil-wakil, dan gubernur, untuk memastikan kepada Dinas Kesehatan, mendorong mereka untuk masuk ke terminal-terminal, guna memastikan bahwa para pengemudi ini sehat dan layak, karena dari hasil kita, 7.500 (yang dicek), itu lima persen tidak sehat," tandasnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







