Hari Bakti PU: Jejak Perjuangan Sapta Taruna dan Sejarah Gedung Sate

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 02 Desember 2025 | 18:15 WIB
Ilustrasi Gedung Sate (Foto/Youtube Mister Eggoy Gaming)
Ilustrasi Gedung Sate (Foto/Youtube Mister Eggoy Gaming)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal 3 Desember, bangsa Indonesia memperingati Hari Bakti Pekerjaan Umum, sebuah momentum yang mengingatkan kita pada pengabdian dan keberanian insan Pekerjaan Umum. Peringatan ini muncul dari sebuah peristiwa bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan Gedung Sate, ikon kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Hari Bakti PU dilatarbelakangi oleh pertempuran pada 3 Desember 1945. Pada hari itu, Gedung Departement van Verkeer en Waterstaat  yang kini dikenal sebagai Gedung Sate dikepung oleh pasukan NICA yang dilengkapi persenjataan modern. Mereka berusaha merebut gedung yang saat itu masih difungsikan sebagai kantor Departemen Pekerjaan Umum. Meski jumlahnya hanya 21 orang, para pemuda PU tetap memilih untuk berdiri dan mempertahankan gedung tersebut.

Selama kurang lebih tiga jam, para petugas PU melawan dengan kemampuan yang mereka miliki, tanpa gentar meski kekuatan musuh jauh lebih besar. Pertempuran sengit itu menelan korban tujuh pegawai PU yang gugur sebagai pejuang Sapta Taruna, yaitu:

1. Didi Hardianto Kamarga
2. Muchtaruddin
3. Soehodo
4. Rio Soesilo
5. Soebengat
6. Ranu
7. Soerjono

Pengorbanan mereka menjadi simbol semangat pengabdian, solidaritas, dan kecintaan pada tugas sebagai pelayan masyarakat dalam urusan pekerjaan umum.

Sejarah Gedung Sate

Gedung Sate, yang kini sangat dikenal sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, telah berdiri sejak tahun 1920. Gedung ini merupakan bagian dari pembangunan besar Pemerintah Hindia Belanda yang disebut Gouvernement Bedrijven (GB), sebuah proyek raksasa untuk pengelolaan berbagai instansi dan layanan publik.

Pembangunan gedung tersebut dirancang oleh arsitek J. Berger bersama timnya. Mereka memadukan unsur arsitektur Eropa dengan sentuhan budaya Timur, menghasilkan bangunan megah yang unik dengan ciri khas ornamen menyerupai tusuk sate pada puncaknya. Proyek ini membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk diselesaikan.

Pada awalnya, Gedung Sate diperuntukkan sebagai kantor Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan. Namun, krisis ekonomi yang melanda Hindia Belanda pada 1930-an membuat sebagian besar rencana pembangunan kompleks GB terhenti. Hanya Gedung Sate dan Kantor Pos Besar yang berhasil diselesaikan.

Sejak tahun 1980, Gedung Sate resmi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat, dan hingga kini, gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol sejarah, arsitektur, dan identitas masyarakat Jabar.

Makna Hari Bakti Pekerjaan Umum

Peringatan Hari Bakti PU tidak hanya mengingatkan kita pada keberanian tujuh pahlawan Sapta Taruna, tetapi juga menegaskan nilai pengabdian tanpa pamrih dalam bidang pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat. Hari ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan di sektor PU bukan sekadar tugas teknis, melainkan bentuk dedikasi untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat, menciptakan fasilitas umum yang aman, serta membangun fondasi bangsa melalui sarana fisik dan utilitas publik.

Melalui Hari Bakti PU, kita diajak untuk menghargai perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan nyawa demi mempertahankan gedung yang menjadi simbol pelayanan publik. Semangat Sapta Taruna hendaknya terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus agar tetap menjaga nilai kesetiakawanan, keberanian, serta rasa tanggung jawab dalam membangun negeri.

(Rep/Shafira)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: