Kementerian LH Bakal Panggil 8 Perusahaan yang Terindikasi Sebabkan Banjir Sumatera

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 03 Desember 2025 | 15:40 WIB
Banjir dan longsor di sektor kehutanan Agam, Sumatera Barat (28/11/2025). (Foto/BNPB)
Banjir dan longsor di sektor kehutanan Agam, Sumatera Barat (28/11/2025). (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) akan memanggil delapan perusahaan yang terindikasi berkontribusi memperparah banjir di Sumatera Utara (Sumut). Perusahaan tersebut diduga melakukan pembukaan lahan yang menyebabkan hilangnya wilayah hutan untuk menyerap hujan.

"Kami juga minggu depan sudah mulai memanggil entitas-entitas yang kami indikasikan berdasarkan kajian sementara dari citra satelit berkontribusi memperparah dari bencana banjir ini," ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Kementerian LH telah mengirimkan surat panggilan agar hadir pada Senin (8/12/2025).

Saat ini, terdata tujuh dari delapan perusahaan yang terindikasi merusak wilayah hutan. Masih ada satu perusahaan yang perlu didalami lebih lanjut. Hanif membuka peluang perusahaan yang terindikasi merusak lingkungan bertambah.

"Ini akan terus berkembang. Saat ini, baru terdata 7 dari 8. Yang ke-8 sebenarnya belum aktif, tapi kami akan dalami lagi," ujarnya.

"Itu support-support dari unit usaha, tapi yang paling besar itu dilakukan banyak pihak, itu harus kita juga dalami," jelasnya.

Hanif menjelaskan, bagian hulu yang seharusnya hutan justru menjadi pertanian kering. Wilayahnya juga sangat luas.

Tidak adanya pepohonan menyebabkan banjir karena tidak bisa menampung air hujan.

"Dari 340 ribu hektare mungkin 50-an ribu di hulunya, itu dalam bentuk lahan kering. Tidak ada pohon di atasnya, sehingga begitu hujan sedikit, ya sudah kita bayangkan," jelasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: