Viral Bantuan Korban Bencana Dilempar dari Helikopter, Puan Minta Evaluasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 04 Desember 2025 | 12:45 WIB
Viral bantuan korban bencana dilempar dari helikopter, Puan minta evaluasi. (Foto/Ketua DPR RI)
Viral bantuan korban bencana dilempar dari helikopter, Puan minta evaluasi. (Foto/Ketua DPR RI)

BeritaNasional.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan perlunya mengevaluasi cara pemberian bantuan ke daerah yang terisolir di wilayah terdampak bencana banjir Sumatera. Puan pun menyoroti kontroversi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang memberikan bantuan dengan cara melemparnya dari atas helikopter.

Menurut Puan, harus dicari cara pemberian bantuan yang lebih efektif dan solutif, khususnya di daerah yang terisolir.

"Seperti yang tadi saya sampaikan hari ini kita fokus untuk bisa memberikan bantuan secara efektif. Bahwa memang banyak sekali wilayah yang jalurnya itu terputus, jadi dilakukan melalui udara, namun kemudian cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik. Karena itu juga perlu dievaluasi yang sebaik-baiknya," kata Puan dikutip dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).

Sebelumnya, viral Gubernur Sumatera Utara membagikan bantuan korban banjir dengan melempar dari helikopter. Bantuan tersebut justru rusak dan tidak bisa dikonsumsi.

Politikus PDI Perjuangan ini pun mendorong agar cara pemberian bantuan dengan cara yang efektif agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Jangan sampai bantuan yang datang pun kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban," tegas Puan.

"Jadi ini yang sebaiknya kita pikirkan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak, bagi wilayah yang terkena terkena bencana tersebut," imbuhnya.

Puan juga menyoroti pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto yang menjadi sorotan. Hal ini terkait pernyataan Suharyanto yang sebelumnya menyebut banjir dan longsor yang mencekam di Aceh dan Sumatera hanya terjadi di media sosial (medsos), yang berujung pada permohonan maaf.

Selain itu, Puan mengimbau agar pejabat lebih baik dalam memberikan pernyataan ke publik. Ia mengingatkan pejabat untuk memiliki empati kepada korban terdampak bencana. 

"Ya pada saat ini lebih baik kita bisa berempati lebih baik daripada kemudian jangan memberikan komentar yang tidak seharusnya diberikan. Karena memang situasinya musibah dimana-mana, kemudian bencana memang terjadi," ujar Puan. 

"Jadi sekecil apapun yang terjadi tentu saja ada korban yang memang mengalami hal yang tidak mengenakan. Jadi sebaik-baiknya apa yang bisa dilakukan sebaik-baiknya kita perlu berikan bantuan," jelasnya.

Sebagai informasi, BNPB mengungkap total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 807 jiwa. Data tersebut diperoleh per 3 Desember sore ini.

BNPB juga mencatat korban orang hilang sebanyak 647 jiwa, dan korban terluka sebanyak 2.600 jiwa. Jumlah warga yang mengungsi pun meningkat menjadi 582.500 orang tersebar di Sumut, Aceh, dan Sumbar. 

Selain itu, BNPB mendata rumah warga yang mengalami kerusakan dan kerusakan pada fasilitas umum di mana jembatan rusak sebanyak 299, fasilitas peribadatan rusak sebanyak 132, fasilitas kesehatan rusak ada 9, rumah rusak berat 3.600, rusak sedang 2.100, dan rusak ringan 4.900.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: