China Mulai Kerahkan Kapal-kapal Militernya ke Asia Timur
BeritaNasional.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengatakan, pengerahan kapal-kapal militer mereka di perairan Asia Timur adalah tindakan yang sah.
"China berkomitmen pada kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif," kata Lin Jian selaku Juru Bicara Kemlu China.
China dikabarkan telah mengerahkan lebih dari 100 kapal angkatan laut dan penjaga pantai di perairan Asia Timur di tengah ketegangan diplomatik dengan Jepang.
Menurut media, kapal-kapal militer China terlihat di perairan yang membentang dari bagian selatan Laut Kuning hingga ke bagian Laut China Selatan yang disengketakan.
"Pihak-pihak terkait tidak perlu bereaksi berlebihan dan menafsirkan secara berlebihan, apalagi membuat tuduhan yang tidak berdasar," kata Lin.
Ia juga menyebutkan hasil pertemuan antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu di Moskow pada 2 Desember.
China dan Rusia, kata Lin, berkomitmen untuk terus bekerja sama mencegah tindakan provokatif kekuatan sayap kanan Jepang yang dianggap merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan, serta berupaya menghidupkan kembali militerisme.
"China dan Rusia sepakat tegas menolak upaya kebangkitan kembali fasisme dan militerisme Jepang," katanya.
Menurut Lin, China dan Rusia juga berkomitmen pada tanggung jawab bersama sebagai negara besar dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan perdamaian dan keamanan dunia serta membela kebenaran sejarah dan keadilan internasional.
China telah meningkatkan pengerahan kapal militer sejak 14 November setelah memanggil Duta Besar Jepang Kenji Kanasugi untuk memprotes pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi bahwa Jepang bisa merespons secara militer jika Taiwan diserang.
China dikabarkan pula geram dengan pernyataan Taiwan yang berencana menambah anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp 667 triliun untuk menghadapi China.
Sumber: Antara

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







