Kemenhut: Penyalahgunaan PHAT Diduga Jadi Kedok Pembalakan Liar di Tapanuli

Oleh: Bachtiarudin Alam
Sabtu, 06 Desember 2025 | 15:40 WIB
Kemenhut: Penyalahgunaan PHAT Diduga Jadi Kedok Pembalakan Liar di Tapanuli. (Foto/Kememhut)
Kemenhut: Penyalahgunaan PHAT Diduga Jadi Kedok Pembalakan Liar di Tapanuli. (Foto/Kememhut)

BeritaNasional.com - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum) telah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan di wilayah hulu DAS (daerah aliran sungai) yang diduga memperparah dampak bencana di hilir.

Hasil analisis awal yang diperkuat verifikasi lapangan, menunjukkan selain curah hujan ekstrem, terdapat indikasi kerusakan lingkungan di hulu DAS Batang Toru dan DAS Sibuluan di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

“Kami melihat pola yang jelas di mana ada kerusakan hutan di hulu akibat aktivitas ilegal, disitu potensi bencana di hilir meningkat drastis,” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho dalam keteranganya, Sabtu (6/12/2025).

Kerusakan tutupan hutan di lereng dan hulu DAS diduga menurunkan kemampuan tanah menyerap air sehingga hujan ekstrem lebih cepat berubah menjadi aliran permukaan (run-off) yang kuat, memicu banjir dan longsor.

“Aktivitas di PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah) yang seharusnya legal, terindikasi disalahgunakan menjadi kedok untuk pembalakan liar yang merambah ke kawasan hutan negara di sekitarnya,” ungkapnya.

Dampaknya ditunjukan dari material kayu yang terbawa arus terindikasi adanya dugaan aktivitas pembukaan lahan dan penebangan yang tidak sesuai ketentuan.

“Ini adalah kejahatan luar biasa yang mengorbankan keselamatan rakyat,” tegasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: