Serangan Rusia Meningkat, Negosiasi Damai Ukraina–AS Masuki Babak Penting

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 07 Desember 2025 | 12:38 WIB
Zelenskyy akan bahas isu sensitif dengan Trump terkait kesepakatan damai Rusia-Ukraina. (Foto/Instagram Zelenskyy Official)
Zelenskyy akan bahas isu sensitif dengan Trump terkait kesepakatan damai Rusia-Ukraina. (Foto/Instagram Zelenskyy Official)

BeritaNasional.com -  Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky baru saja melakukan pembicaraan telepon dengan Steve Witkoff, utusan perdamaian Presiden AS Donald Trump, serta menantu Trump, Jared Kushner.

Menurut Zelensky, diskusi tersebut berfokus pada bagaimana memastikan Rusia benar-benar mematuhi setiap kesepakatan yang mungkin tercapai untuk mengakhiri perang.

Ia menegaskan Ukraina tetap berkomitmen bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam mencari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Para pejabat Ukraina juga mengikuti panggilan tersebut dari Miami, lokasi pertemuan mereka dengan delegasi AS yang sudah memasuki hari ketiga.

Pembahasan di sana berkutat pada upaya Washington untuk merancang formula kesepakatan damai dengan Moskow.

Namun, hingga kini Rusia belum menunjukkan tanda-tanda memberi konsesi. Justru serangan besar-besaran terus dilancarkan ke berbagai wilayah Ukraina.

“Ukraina bertekad melanjutkan dialog dengan itikad baik bersama pihak Amerika untuk benar-benar mencapai perdamaian,” tulis Zelensky melalui akun X, dikutip Minggu (7/12/2025).

Ia menyebut pembicaraan di telepon menyinggung banyak aspek penting mulai dari upaya menghentikan pertumpahan darah hingga langkah-langkah yang dapat mencegah invasi besar-besaran Rusia terulang kembali.

Di sisi lain, serangan rudal dan drone Rusia semalam kembali mengguncang berbagai kota Ukraina, memicu kecaman dari negara-negara Uni Eropa. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan telah berbicara langsung dengan Zelensky dan menyampaikan “solidaritas penuh” kepada Ukraina.

“Prancis berkomitmen bekerja dengan semua mitra untuk mendorong de-eskalasi dan menekan terwujudnya gencatan senjata,” ungkap Macron.

Pertemuan Pemimpin Eropa di London

Macron juga memastikan akan menghadiri pembicaraan tingkat tinggi di London pada Senin bersama Zelensky, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Pertemuan ini dijadwalkan membahas proses negosiasi AS–Ukraina terkait jaminan keamanan pascaperang.

Dua pekan sebelumnya, keempat pemimpin tersebut menggelar pertemuan virtual untuk membahas kemungkinan pembentukan pasukan penjaga perdamaian Eropa yang akan diterjunkan jika gencatan senjata diberlakukan di Ukraina.

Sir Keir menekankan bahwa masa depan Ukraina harus ditentukan oleh Ukraina sendiri. Ia menyebut pasukan penjaga perdamaian dari koalisi negara-negara pendukung dapat memiliki peran krusial dalam menjamin stabilitas keamanan negara itu.

Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menolak mentah-mentah ide tersebut, menyebut setiap pasukan asing yang masuk ke Ukraina akan menjadi “target sah”.

Sebelumnya, otoritas Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 653 drone dan 51 rudal hanya dalam satu malam.

Salah satu serangan menghantam pusat perkeretaapian di Fastiv, barat daya Kyiv, merusak bangunan stasiun utama dan sejumlah rangkaian kereta.

Kementerian Energi Ukraina juga menyebut fasilitas kelistrikan di delapan wilayah terkena serangan, menyebabkan pemadaman meluas. Rusia mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas industri militer, energi, serta infrastruktur pelabuhan.

Sementara itu, negosiasi AS–Ukraina dengan Rusia di Moskow belum menunjukkan terobosan apa pun. Kedua delegasi meminta Moskow menunjukkan komitmen serius terhadap perdamaian jangka panjang.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: