Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember: Begini Asal-Usul dan Fakta Menariknya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 08 Desember 2025 | 16:05 WIB
Petugas memindakan uang yang merupakan barang rampasan negara. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Petugas memindakan uang yang merupakan barang rampasan negara. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Setiap 9 Desember, dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia atau International Anti-Corruption Day, sebuah momentum global yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi.

Di Indonesia, peringatan ini dikenal sebagai Hakordia, yang setiap tahun diwarnai kampanye integritas, aksi edukasi publik, serta ajakan untuk menyatukan langkah melawan praktik koruptif.

Pada 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” sebagai pengingat bahwa integritas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa, dari pemerintah hingga masyarakat.

Sejarah Hari Antikorupsi Sedunia

Hari Antikorupsi Sedunia berawal dari momentum penting pada 31 Oktober 2003, ketika PBB mengadopsi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi (United Nations Convention Against Corruption/UNCAC). Sekitar 40 hari kemudian, pada 9 Desember 2003, perjanjian internasional tersebut resmi ditandatangani di Merida, Meksiko, sekaligus menandai penetapan tanggal 9 Desember sebagai peringatan global antikorupsi.

Penetapan ini juga diperkuat oleh pidato Sekjen PBB saat itu, Kofi Annan, yang menegaskan bahwa korupsi merusak perekonomian, menghambat pembangunan, dan paling melukai kelompok masyarakat miskin.

Lebih dari 180 negara, termasuk Indonesia, menyepakati instrumen hukum internasional ini sebagai komitmen bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Sejak itu, 9 Desember menjadi agenda tahunan untuk memperluas kesadaran publik, meningkatkan pencegahan, dan memperkuat kerja sama internasional dalam memerangi korupsi.

Makna dan Pentingnya Peringatan 9 Desember

Hari Antikorupsi Sedunia bukan sekadar kampanye simbolik, tetapi refleksi kolektif tentang dampak destruktif korupsi yang dapat menghancurkan tatanan ekonomi, merusak kepercayaan publik, serta menghambat kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks Indonesia, Hakordia menjadi ruang untuk merayakan nilai kejujuran, menguatkan integritas, dan mengajak seluruh warga agar berani menolak serta melaporkan tindakan korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada 2025, puncak peringatan Hakordia digelar di Yogyakarta, kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan budaya, sejalan dengan semangat pencegahan melalui edukasi serta penguatan nilai integritas sejak dini.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi, peringatan ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga hukum, tetapi gerakan bersama untuk menciptakan Indonesia yang bersih, adil, dan transparan.

Dengan demikian, 9 Desember menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa yang bebas korupsi hanya dapat terwujud jika setiap orang mengambil peran sekecil apa pun kontribusinya.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: