Hashim Djojohadikusumo Singgung Indonesia Raya Miliki 3 Stanza, Ini Maknanya
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyinggung soal lagu Indonesia Raya yang memiliki tiga stanza.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutannya di acara Hari Disabilitas Internasional Partai Gerindra pada Senin (8/12/2025).
"Saya selalu perhatikan dari lagu kebangsaan Indonesia Raya ada tiga stanza," kata Hashim.
Hashim mengatakan stanza pertama memiliki kata Indonesia Merdeka. Hal ini pun sudah terwujud dengan kemerdekaan Indonesia pada 1945.
"Yang stanza pertama yang kita nyanyikan tadi Indonesia Merdeka. Indonesia sudah merdeka, 75 tahun. Indonesia proklamasi merdeka, 80 tahun," ujar Hashim.
Meski demikian, ada hal yang perlu dikejar pemerintah sekarang, yakni mewujudkan stanza kedua Indonesia Raya. Stanza kedua itu memuat kata Indonesia Bahagia.
"Sekarang kita harus mewujudkan stanza kedua Indonesia Raya, yaitu Indonesia Bahagia. Indonesia harus bahagia. Indonesia sudah merdeka, sekarang saat ini Indonesia harus bahagia," ucap Hashim.
"Maka itu, tujuan, cita-cita dan tekad Pak Prabowo Subianto dari Kabinet Merah Putih, untuk mewujudkan Indonesia Bahagia. Karena kita rasakan sebagian dari bangsa Indonesia belum berbahagia," tambahnya.
Selanjutnya, ada stanza ketiga, yakni Indonesia Abadi. Menurut dia, keabadian bisa tercapai usai Indonesia Bahagia.
"Karena para pendiri bangsa kita sudah mengetahui dan sudah melihat, kalau Indonesia tidak bahagia, belum tentu Indonesia abadi," tegas Hashim.
"Kenapa? Karena sudah kita lihat sejarah umat manusia, adalah ada banyak bangsa-bangsa tidak abadi, bangsa-bangsa disintegrasi, bangsa-bangsa banyak yang bubar. Dan Indonesia tetap akan abadi karena rakyat kita nanti akan bahagia. Itu adalah cita-cita kita semua. Insyaallah," tandasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






