Pemprov DKI Ungkap Sopir Truk Sampah Meninggal karena Kelelahan Punya Penyakit Jantung

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 09 Desember 2025 | 13:04 WIB
Truk pengangkut sampah di Bantar Gebang Bekasi. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Truk pengangkut sampah di Bantar Gebang Bekasi. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal sopir truk sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan meninggal dunia diduga akibat kelelahan karena mengantre lama untuk membongkar muatan di TPST Bantargebang. 

Pramono mengatakan telah menerima laporan terkait insiden ini. Dari laporan tersebut, diketahui sang sopir memiliki riwayat penyakit jantung.

“Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Wali Kota Jakarta Selatan mengenai hal tersebut. Memang yang bersangkutan juga pun terindikasi ada penyakit jantung,” kata Pramono di Jakarta Utara, dikutip Selasa (9/12/2025).

Pemprov DKI akan memberikan santunan yang maksimal bagi keluarga yang ditinggalkan. 

"Saya sudah meminta karena dia sedang bekerja kemudian meninggal dunia untuk diberikan santunan yang maksimal," ujar Pramono.

Santunan ini telah disalurkan oleh dinas terkait dan juga oleh BPJS Ketenagakerjaan. 

"Kemarin sudah ditangani, diberikan santunan yang maksimal baik oleh dinas terkait dan juga oleh BPJS, Ketenagakerjaan. Sudah ditangani itu, saya kebetulan memonitor," ucap Pramono.

Sebagai informasi, sopir truk bernama Wahyudi itu meninggal pada Jumat (5/12/2025).

Berdasarkan keterangan dari rekan-rekan sopir, antrean bongkar muatan di Bantar Gebang bisa berlangsung sampai 20 jam. Hal ini disebatkan banyak trus yang mengangkut sampah yang juga harus melalui antrian.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: