Kemendag Pastikan Pasar yang Rusak Parah di Sumatera Jadi Prioritas Pemulihan

Oleh: Kiswondari
Jumat, 12 Desember 2025 | 23:01 WIB
Kemendag pastikan pasar yang rusak parah di Sumatera jadi prioritas pemulihan. (BeritaNasional/BNPB)
Kemendag pastikan pasar yang rusak parah di Sumatera jadi prioritas pemulihan. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, 112 pasar rakyat yang terdampak bencana banjir di tiga provinsi di Sumatera per hari ini. Dengan rincian, 65 pasar rakyat di Aceh, 44 pasar rakyat di Sumatera Utara (Sumut) dan tiga pasar rakyat di Sumatera Barat (Sumbar). Ia pun memastikan pemulihan bagi pasar dengan kerusakan terparah agar aktivitas ekonomi ikut pulih.

"Kemarin sudah diidentifikasi berapanya, terus kemarin Pak Dirjen juga sudah komunikasi dengan PU (Kementerian PU) ya, 44 (Sumatera Utara), Sumatera Barat tiga, Aceh 65," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Budi menyampaikan, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki kewenangan dalam pembangunan dan renovasi pasar. Menurut dia, Kemendag akan memberikan rekomendasi mengenai pasar mana yang menjadi prioritas untuk perbaikan.

"Kita identifikasi, nanti mana yang jadi prioritas untuk dibangun. Kita nanti komunikasi dengan PU, biasanya memang PU itu minta rekomendasi dari kami," terangnya.

Saat ini, kata Budi, proses pendataan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat masih dilakukan. Kemendag menegaskan bahwa perbaikan pasar akan mengutamakan lokasi yang mengalami kerusakan paling signifikan agar aktivitas perdagangan masyarakat dapat segera pulih.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp51 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar pascabencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, angka tersebut merupakan hasil perhitungan awal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Secara umum kebutuhan anggaran yang dihitung Kementerian PU untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di tiga provinsi itu sekitar Rp51 triliun, dengan porsi terbesar di Aceh,” kata AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pascabencana Sumatera di Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan, estimasi tersebut mencakup penanganan kerusakan pada jaringan jalan dan jembatan (bina marga), infrastruktur sumber daya air seperti bendung, irigasi, tanggul dan air baku, infrastruktur air bersih serta sanitasi (cipta karya), serta prasarana sosial strategis seperti sekolah, madrasah dan rumah ibadah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: