Dipengaruhi Wait and See Jelang RDG BI, Rupiah Diperkirakan Rp17,297 Perdolar AS
BeritaNasional.com - Sentimen terhadap rupiah disebut dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan hal tersebut yang juga memperkirakan rupiah akan bergerak kisaran Rp17.850–17.975 per dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (22/7/2026) bergerak melemah 42 poin/0,13% menjadi Rp17.930 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.888 per dolar AS.
"Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.850–17.975 per dolar AS seiring pelaku pasar menantikan hasil keputusan kebijakan moneter tersebut,” jelasnya.
Mengutip Antara, kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75% sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.
Melalui RDG BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per dolar AS.
Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026.
“Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen,” ungkap dia.
Sentimen lain menurutnya juag berasal dari ketegangan geopolitik yang sempat menunjukkan tanda mereda usai sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata. Sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata sementara, sementara AS menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan usulan tersebut, sehingga meningkatkan harapan akan de-eskalasi konflik. (Antara)

PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 20 jam yang lalu







