Cuaca Ekstrem Mengintai, ASDP Siapkan Langkah Mitigasi di Lintasan Penyeberangan Utama

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 13 Desember 2025 | 03:00 WIB
Sejumlah kendaraan saat berada di pelabuhan Merak. (Foto/ASDP)
Sejumlah kendaraan saat berada di pelabuhan Merak. (Foto/ASDP)

BeritaNasional.com - Memasuki masa layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama di tengah potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama puncak musim hujan. Berbagai langkah kesiapsiagaan disiapkan untuk memastikan operasional penyeberangan tetap aman dan terkendali, terutama pada rute strategis Merak–Bakauheni.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kondisi cuaca tidak boleh menurunkan standar keselamatan layanan. Ia menyatakan bahwa setiap kebijakan operasional harus berlandaskan prinsip kehati-hatian dan perlindungan bagi pengguna jasa.

“Cuaca ekstrem tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapsiagaan bisa dan harus kita siapkan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan itu menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional ASDP,” ujar Heru dikutip, Sabtu (13/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiapkan antisipasi di empat cabang utama Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. Upaya tersebut mencakup kesiapan tugboat pendukung, peningkatan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, serta penguatan sistem komunikasi dan informasi.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan BMKG untuk pemantauan cuaca secara berkala, serta dengan Syahbandar dan BPTD dalam pengambilan keputusan buka-tutup pelabuhan.

“Kecepatan informasi dan ketepatan koordinasi menjadi kunci keselamatan di tengah cuaca yang dinamis. Karena itu, kami memastikan seluruh pihak bergerak dalam satu komando,” tambah Heru.

Selaras dengan itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi.

“Kondisi cuaca tidak bisa kita hindari dan kendalikan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dengan mengutamakan keselamatan menjadi hal yang mutlak,” tegas Aan.

Pengelolaan arus penyeberangan juga diperkuat melalui pengaturan pelabuhan berdasarkan golongan kendaraan. Di sisi Jawa, distribusi dilakukan melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera. Di sisi Sumatra, layanan disebar melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu. Skema ini dilengkapi delaying system untuk mengendalikan kedatangan dan mencegah penumpukan kendaraan.

Dari aspek operasional, ASDP menyiapkan buffer zone di Rest Area KM 43, KM 68, dan area Pelabuhan Indah Kiat sebagai kantong kendaraan tambahan. Pada lintasan Merak–Bakauheni, 28 unit kapal beroperasi dalam kondisi normal, dan jumlahnya ditingkatkan menjadi 33 unit saat puncak arus melalui koordinasi dengan KSOP.

Fasilitas pelabuhan turut dipastikan siap. Semisalnya di Merak, tersedia tiga posko kesehatan, 31 toll gate, 217 titik CCTV, dan 131 unit toilet. Sementara di Bakauheni terdapat dua posko kesehatan, 92 unit toilet, 167 CCTV, serta 27 loket dan vending machine. Kesiapan ini mendapat apresiasi dari Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, saat meninjau langsung Pelabuhan Merak.

“Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi yang terus dibangun ASDP. Kehadiran dan kesiapan ini penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujarnya.

Menjelang puncak mobilitas masyarakat, ASDP mengingatkan agar pengguna jasa tetap waspada terhadap kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan perjalanan saat situasi tidak memungkinkan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. ASDP akan terus memastikan setiap penyeberangan berlangsung aman, tertib, dan mengedepankan perlindungan pengguna jasa,” tutup Heru.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: