Tambah Titik Serah BBM Kapal ke Wilayah Bencana Bantu Penanganan Pemulihan Wilayah Bencana

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 15 Desember 2025 | 22:02 WIB
Bantuan BBM ke daerah bencana di Sumatera. (BeritaNasional/BNPB)
Bantuan BBM ke daerah bencana di Sumatera. (BeritaNasional/BNPB)

BeritaNasional.com -  Pemerintah menambah titik serah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi kapal penumpang yang dikerahkan menuju wilayah terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta mengatakan kapal ini memobilisasi personel, yang akan membantu penanganan pemulihan di wilayah bencana serta mengangkut bantuan bencana alam, kendaraan, dan logistik kebutuhan pokok.

Penambahan titik serah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional kapal tanpa mengganggu ketentuan kuota solar yang telah ditetapkan.

"Presiden Republik Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberi arahan yang jelas bahwa seluruh upaya dikerahkan agar dapat segera memulihkan wilayah terdampak bencana," ujarnya.

Wahyudi juga mengatakan BPH Migas telah menyetujui permohonan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait penambahan titik serah BBM untuk KM Egon milik PT Pelni (Persero) yang ditugaskan mengangkut personel penanganan pemulihan di wilayah bencana, kendaraan, serta logistik bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Trayek reguler KM Egon adalah Waingapu-Lembar-Surabaya-Batulicin-Pare-Pare-Bontang, Pare-Pare-Batulicin-Surabaya-Lembar-Waingapu.

Dalam rangka mendukung pemulihan di wilayah bencana saat ini trayek perbantuan KM Egon adalah Waingapu-Lembar-Surabaya-Tanjung Priok-Belawan-Lhokseumawe-Padang-Tanjung Priok-Surabaya.

"Guna mendukung perubahan trayek dan demi kelancaran proses pengangkutan bantuan ke wilayah terdampak bencana, titik serah BBM jenis solar KM Egon saat ini dapat dilakukan di Integrated Terminal Surabaya dan Integrated Terminal Jakarta, yang mana sebelumnya hanya dilakukan di Integrated Terminal Surabaya," paparnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, juga diminta turut serta mengawasi penyaluran BBM solar kepada seluruh kapal penumpang agar tepat sasaran dan sesuai dengan aturan berlaku.

Di samping itu, BPH Migas juga telah menyetujui permohonan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terkait penambahan titik serah BBM untuk KMP Jatra I milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Antara)

 

 

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: