CCTV Rumah Rusak, Polisi Telusuri Rekaman Sekitar TKP Kematian Anak di Cilegon
BeritaNasional.com - Polisi tengah mencari titik CCTV lain yang merekam tempat kejadian perkara (TKP) rumah mewah tewasnya anak berusia 9 tahun inisial E di daerah Cilegon, Banten. Hal itu karena, CCTV yang berada di rumah tersebut telah rusak dua pekan lalu.
"Iya kita akan mencari CCTV ya, kemarin tuh menurut informasi, 2 minggu itu CCTV rusak," kata Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan saat dihubungi, Rabu (17/12/2025).
Oleh sebab itu, Sigit menyatakan akan mengecek rekaman CCTV dari rumah sekira TKP yang memungkinkan merekam petunjuk untuk mengungkap kasus tewasnya E.
"Kita lagi nyari nih (cctv) di tetangga kan gitu, nanti saya mohon doanya dari rekan rekan media juga mohon bersabar, mudah mudahan terungkap nih siapa pelakunya," ujar dia.
Selain mencari CCTV, Sigit juga mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tewasnya bocah yang menerima puluhan luka senjata tajam (sajam).
"Untuk saksi ya yang saat ini, hari ini, yang sudah dimintai keterangannya oleh Polres Cilegon sebanyak 7 saksi. Itu dari pihak keluarga dan pihak lain ya," tuturnya.
Dari hasil keterangan saksi, Sigit menjelaskan jika E turut tinggal bersama orang tuanya dan kakaknya. Namun, saat kejadian diduga hanya ada korban dan kakaknya di dalam rumah yang besar tersebut.
"(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan ini, jadi di masing masing gitu. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha kan gitu," jelasnya.
Sebelumnya, Peristiwa tragis menimpa anak berusia 9 tahun yang meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam. Kasus ini telah ditangani aparat kepolisian yang langsung mengecek ke lokasi di wilayah Cilegon Banten, Selasa (16/12/2025).
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Saat ini Polsek Cilegon Kota bersama Satreskrim Polres Cilegon telah melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif,” kata Kapolsek Cilegon Kota, Kompol Firman Hamid dalam keteranganya, Selasa (16/12/2025).
Firman menegaskan kepolisian akan bekerja maksimal serta meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Hal ini menyusul kabar di media sosial jika korban E meninggal dunia setelah menjadi korban perampokan di rumahnya. Namun terkait dengan kabar itu hingga saat ini masih diselidiki petugas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan secara resmi,” imbuh dia.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu





