Fenomena Mukbang,Yuk Kenali Asal, Perkembangan, Motivasi hingga Tips Menonton Secara Bijak

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 18 Desember 2025 | 05:00 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Tayangan yang menyajikan makanan dalam jumlah besar yang kemudian disantap sendirian rasanya sudah akrab di ingatan para generasi yang melek informasi dan digital seperti sekarang ini. Mukbang itulah nama konten tersebut.

Mukbang bisa disebut sebagai sebuah fenomena daring. Fenomena ini sudah lama menarik perhatian global, termasuk di Indonesia.

Mukbang berasal dari Korea Selatan, yakni siaran daring (online broadcast) yang menampilkan seseorang makan dalam jumlah besar sambil berinteraksi dengan penonton. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “meokneun” yang berarti makan dan “bangsong” yang berarti siaran.

Mau tahu asal usul, perkembangan, motivasi, dan tips menonton mukbang secara bijak? Berikut ulasannya!

Sejarah dan Perkembangan Mukbang

Mukbang pertama kali muncul di Korea Selatan pada akhir tahun 2000-an dan dengan cepat menjadi populer. Faktor-faktor seperti meningkatnya penggunaan internet berkecepatan tinggi dan popularitas platform video daring berkontribusi pada penyebarannya.

Kini, mukbang telah menjadi fenomena global dengan berbagai variasi dan adaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

Motivasi di Balik Popularitas Mukbang

Beberapa faktor menjelaskan mengapa mukbang atau makan besarn begitu populer:

Kepuasan Visual: Menonton orang lain makan dengan lahap dapat memberikan kepuasan visual bagi sebagian orang.

Teman Makan Virtual: Bagi sebagian orang, mukbang memberikan rasa kebersamaan dan menemani mereka saat makan sendirian.

Hiburan: Mukbang seringkali dikemas dengan elemen hiburan, seperti komentar lucu atau tantangan makan.

Rasa Penasaran: Penonton mungkin penasaran dengan jenis makanan tertentu atau bagaimana seseorang dapat makan dalam jumlah besar.

 

Dampak Mukbang bagi Kesehatan

Meskipun menghibur, menonton mukbang secara berlebihan dapat memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Berikut alasannya:

Mendorong Pola Makan Tidak Sehat: Mukbang sering kali menampilkan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula. Hal ini dapat memengaruhi persepsi penonton tentang porsi makan yang sehat dan mendorong konsumsi berlebihan.

Masalah Citra Tubuh: Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara menonton mukbang dan cookbang dengan persepsi negatif terhadap citra tubuh, terutama pada remaja. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Obesitas: Frekuensi menonton mukbang dikaitkan dengan risiko overweight dan obesitas.

Tips Menonton Mukbang dengan Bijak

Batasi Waktu Menonton: Tentukan batasan waktu untuk menonton mukbang dan hindari menontonnya setiap hari.

Sadar Diri: Ingatlah bahwa apa yang kamu lihat di mukbang tidak selalu mencerminkan pola makan yang sehat.

Fokus pada Hiburan: Nikmati mukbang sebagai hiburan semata, bukan sebagai panduan untuk makan.

Imbangi dengan Gaya Hidup Sehat: Pastikan kamu tetap menjaga pola makan sehat dan berolahraga secara teratur.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: