Hari Trikora 19 Desember: Napak Tilas Komando Soekarno Pertahankan Kedaulatan Bangsa

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 18 Desember 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi Operasi Trikora. (Foto/Istimewa)
Ilustrasi Operasi Trikora. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Setiap 19 Desember, Indonesia memperingati Hari Trikora sebagai momentum penting dalam sejarah perjuangan nasional untuk mengembalikan Irian Barat (kini Papua) ke pangkuan Ibu Pertiwi. 

Peringatan ini merujuk pada deklarasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang disampaikan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. 

Trikora menegaskan tekad bangsa Indonesia menolak kolonialisme Belanda dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI melalui persatuan rakyat, diplomasi, dan kesiapan militer.

Sejarah Lahirnya Trikora

Akar Trikora berangkat dari kebuntuan perundingan pascakemerdekaan Indonesia, ketika Belanda menolak menyerahkan Irian Barat meski kedaulatan Indonesia telah diakui melalui Konferensi Meja Bundar 1949. 

Ketegangan memuncak pada 1 Desember 1961 saat Belanda memproklamasikan rencana negara Papua dan mengibarkan bendera Bintang Kejora. Menanggapi hal tersebut, Soekarno mengumandangkan Trikora yang berisi tiga komando: menggagalkan negara boneka Papua, mengibarkan Merah Putih di Irian Barat, dan mempersiapkan mobilisasi nasional. 

Trikora kemudian menjadi dasar Operasi Trikora (1962), konfrontasi Indonesia–Belanda, hingga tercapainya Perjanjian New York 1962 yang membuka jalan bagi penyerahan Papua kepada Indonesia dan pelaksanaan Pepera 1969.

Makna dan Pentingnya Peringatan Hari Trikora

Hari Trikora bukan sekadar mengenang pidato politik, melainkan simbol perjuangan anti-kolonialisme dan nasionalisme Indonesia. 

Peringatan ini menghormati pengorbanan prajurit dan diplomat yang terlibat dalam upaya integrasi Papua, sekaligus mengingatkan generasi muda bahwa keutuhan wilayah Indonesia dicapai melalui perjuangan panjang dan strategi berlapis. 

Lebih dari itu, Hari Trikora menegaskan nilai persatuan dan kedaulatan sebagai fondasi NKRI, bahwa integrasi wilayah bukanlah hadiah, melainkan hasil dari tekad nasional, diplomasi cerdas, dan pengorbanan seluruh elemen bangsa.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: