Catatan PBB: 70 Ribu Migran Tewas dan Hilang sejak 2014
BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan pesan menyentuh sekaligus peringatan keras dalam peringatan Hari Migran Internasional yang jatuh pada Kamis (18/12/2025).
Guterres mengungkapkan fakta kelam bahwa sejak tahun 2014, hampir 70 ribu migran tercatat meninggal dunia atau hilang dalam perjalanan mereka, baik melalui jalur darat maupun laut.
Angka tersebut diyakini hanyalah "puncak gunung es", karena jumlah korban yang sebenarnya di lapangan diperkirakan jauh lebih tinggi.
Migrasi: Antara Kemajuan dan Risiko Kemanusiaan
Menurut Guterres, migrasi seharusnya menjadi mesin penggerak kemajuan. Secara historis, perpindahan manusia telah terbukti mampu mengangkat perekonomian, mempererat hubungan antarbudaya, serta memberikan keuntungan bagi negara asal maupun negara tujuan.
Namun, manfaat ini sering kali tertutup oleh manajemen yang buruk dan stigma negatif.
"Namun, ketika migrasi dikelola dengan buruk atau disalahartikan, hal itu dapat memicu kebencian dan perpecahan, membahayakan nyawa orang-orang yang mencari keselamatan dan kesempatan," ujar Guterres yang dikutip dari Xinhua News pada Jumat (19/12/2025).
Ia juga menyoroti bahwa pengetatan perbatasan yang berlebihan justru memberi ruang bagi para penyelundup dan pedagang manusia. Dalam situasi ini, kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak menjadi pihak yang paling terancam keselamatannya.
Guterres mengingatkan dunia tentang pentingnya Pakta Global untuk Migrasi yang Aman, Tertib, dan Teratur yang telah disepakati tujuh tahun silam. Menurutnya, sudah saatnya komunitas internasional bersatu untuk mengubah cara pandang terhadap migran.
"Ini dimulai dengan menantang narasi yang merendahkan martabat migran, dan menggantinya dengan kisah-kisah solidaritas," tegasnya. Ia mendesak para pemimpin dunia untuk membela hak-hak migran dan memastikan proses migrasi berlangsung secara aman dan bermartabat bagi siapa pun.
Sejarah Hari Migran Internasional
Peringatan Hari Migran Internasional sendiri pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada Desember 2000. Tanggal 18 Desember dipilih sebagai momentum untuk memberikan perhatian khusus terhadap jumlah migran di seluruh dunia yang terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun.
Pesan Guterres tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik, ada nyawa manusia yang berhak atas masa depan yang lebih baik dan perlindungan hukum yang layak.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






