Begini Pertolongan Pertama Selamatkan Korban Luka Berat saat Konflik Berlangsung

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Jumat, 19 Desember 2025 | 15:10 WIB
Dokter Militer Menlatpur Kostrad Kapten Ckm dr. Jeffri Ginting (Foto/Kemhan)
Dokter Militer Menlatpur Kostrad Kapten Ckm dr. Jeffri Ginting (Foto/Kemhan)

BeritaNasional.com - Dokter Militer Menlatpur Kostrad Kapten Ckm dr. Jeffri Ginting mengatakan, tindakan awal jadi faktor penting dalam menentukan keselamatan korban yang mengalami luka pendarahan fatal di situasi konflik, sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan dari tenaga medis.

"Korban luka pendarahan fatal dapat meninggal paling singkat dalam tiga menit jika tidak segera ditolong. Maka mereka harus segera ditolong," kata Dokter Jeffri di Menlatpur Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Ia menjelaskan hal itu saat menyampaikan materi Tactical Combat Casualty Care (TCCC).

Dokter Jeffri menjelaskan, pertolongan pertama sangat penting karena hampir 90 persen kematian dalam perang terjadi sebelum korban mencapai pos kesehatan.

"Nasib korban seringkali ada di tangan orang yang melakukan pertolongan pertama," katanya.

Ia mengatakan, kunci dalam penanganan awal korban luka berat di lingkungan berisiko, yakni dengan menggunakan metode MARCH.

M adalah massive hemorrhage, mengontrol pendarahan yang mengancam jiwa.

A, airway, membuka jalan napas.

R, respiration, menutup luka dada terbuka, memeriksa pernapasan.

C, circulation, memberikan cairan untuk mengobati syok.

H, head injury/hipotermia, mencegah cedera otak/mencegah hipotermia.

Dia menambahkan dalam pertolongan pertama korban luka tembak di pembuluh darah besar, dapat menggunakan celox dan turniket.

Celox bisa digantikan dengan perban.

Pembekalan bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar bagi awak media dalam penanganan awal korban luka berat di lingkungan berisiko, dengan penekanan pada respons yang cepat dan tepat sesuai kondisi di lapangan.

Pembekalan dilengkapi dengan praktik lapangan melalui simulasi fase TCCC serta penerapan metode MARCH.

"Lewat kegiatan ini, diharapkan awak media semakin siap menjalankan tugas peliputan secara aman, profesional, dan bertanggung jawab," katanya.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: