Tanggal 23 Desember Memperingati Hari Apa Saja? Ini Daftar Selengkapnya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 22 Desember 2025 | 14:09 WIB
Ilustrasi sejarah. (Foto/Freepik)
Ilustrasi sejarah. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Tanggal 23 Desember memperingati hari apa saja? Menarik untuk diketahui karena terdapat sejumlah peringatan penting yang diakui secara nasional maupun internasional.

1. Hari Ulang Tahun Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)

Di Indonesia, setiap 23 Desember diperingati sebagai hari lahir Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), organisasi masyarakat sipil yang menjadi pelopor gerakan keluarga berencana secara nasional. Pada 23 Desember 2024, PKBI genap berusia 67 tahun.

Peringatan ini menandai perjalanan panjang PKBI dalam memperjuangkan hak kesehatan reproduksi, khususnya bagi perempuan, di tengah tantangan kependudukan yang dihadapi Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Kehadiran PKBI menjadi tonggak penting dalam upaya menekan angka kematian ibu dan memperluas akses layanan kesehatan keluarga.

Sejarah PKBI bermula dari keprihatinan sekelompok tokoh dan ahli kesehatan nasional pada dekade 1950-an terhadap tingginya angka kematian ibu.

Salah satu figur sentralnya adalah Soeharto, dokter pribadi Presiden Soekarno, yang menggagas pembentukan organisasi keluarga berencana setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh internasional seperti Mrs. Dorothy Brush.

Gagasan tersebut akhirnya terwujud pada 23 Desember 1957 melalui deklarasi resmi PKBI. Organisasi ini kemudian berkembang menjadi rujukan utama gerakan keluarga berencana di Indonesia dan bergabung dengan International Planned Parenthood Federation (IPPF) pada 1969.

Dalam perjalanannya, PKBI tidak hanya berperan sebagai organisasi advokasi, tetapi juga turut meletakkan fondasi kebijakan kependudukan nasional. PKBI menjadi saksi berdirinya Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKKBN) dan berkontribusi dalam pembentukan BKKBN yang masih beroperasi hingga kini. Dengan jaringan di 25 provinsi dan 178 kabupaten/kota, peringatan HUT PKBI setiap 23 Desember menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat sipil dalam membangun kesehatan keluarga dan masa depan kependudukan Indonesia yang berkelanjutan.

2. Hari Cahaya Manusia (HumanLight)

Di berbagai negara, setiap 23 Desember diperingati sebagai HumanLight, sebuah perayaan sekuler yang menyoroti nilai-nilai kemanusiaan universal seperti kasih sayang, akal sehat, harapan, dan solidaritas.

HumanLight hadir sebagai ruang alternatif di tengah padatnya musim liburan akhir tahun, khususnya di dunia Barat, bagi individu dan komunitas nonreligius untuk merayakan kebersamaan tanpa keterikatan pada tradisi keagamaan tertentu. Perayaan ini menekankan “cahaya” dari nalar manusia yang diyakini mampu membawa visi dunia yang damai, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Akar HumanLight bermula pada 2001 ketika Jaringan Humanis New Jersey mencetuskan gagasan ini sebagai respons atas kebutuhan komunitas humanis dan sekuler akan perayaan Desember yang setara. Tanggal 23 Desember dipilih karena berada di antara berbagai hari besar akhir tahun tanpa bersinggungan langsung dengan perayaan lain.

Perayaan perdana digelar di Verona, New Jersey, di bawah kepemimpinan tokoh humanis Paul Kurtz, sebelum kemudian diadopsi secara luas oleh komunitas sekuler, ateis, dan pemikir bebas di berbagai wilayah.

Seiring waktu, HumanLight mendapat pengakuan lebih luas, termasuk dari American Humanist Association pada 2004. Hingga kini, peringatan ini dirayakan melalui berbagai kegiatan sederhana seperti berkumpul bersama keluarga dan teman, menyalakan lilin, berbagi makanan, hingga aksi amal. Lebih dari sekadar perayaan, HumanLight menjadi simbol upaya membangun masyarakat yang menjunjung nilai kemanusiaan dan saling menghormati perbedaan keyakinan.

3. Hari Raya Kisan (Kisan Diwas)

Di India, setiap 23 Desember diperingati sebagai Hari Petani atau Kisan Diwas, sebuah momentum nasional untuk menghormati peran vital petani sebagai tulang punggung perekonomian dan ketahanan pangan negara.

Peringatan ini bertepatan dengan hari kelahiran Chaudhary Charan Singh, Perdana Menteri India kelima, yang dikenal sebagai tokoh pembela kepentingan petani. Kisan Diwas menjadi simbol pengakuan negara terhadap kontribusi petani dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Penetapan 23 Desember sebagai Hari Petani memiliki akar sejarah kuat dalam perjalanan hidup Charan Singh yang lahir dari keluarga petani kecil di Uttar Pradesh. Sejak era pra-kemerdekaan hingga pascakemerdekaan India, ia konsisten memperjuangkan reformasi agraria dan kebijakan untuk meningkatkan taraf hidup petani.

Sejak ditetapkan secara resmi pada 2001, Kisan Diwas diperingati dengan berbagai kegiatan di seluruh India, mulai dari forum aspirasi petani, pameran inovasi pertanian, hingga penghargaan bagi petani berprestasi.

4. Hari Maraton Film Natal Nasional

Setiap 23 Desember, Hari Maraton Film Natal Nasional dirayakan sebagai momentum populer untuk menyambut suasana liburan dengan cara sederhana namun penuh kehangatan.

Peringatan ini identik dengan tradisi bersantai di rumah, menikmati minuman hangat, serta menonton film-film Natal secara maraton, mulai dari kisah klasik hingga komedi romantis modern. Seiring mendekatnya Hari Natal, film bertema Natal kerap diputar berulang dan menjadi bagian dari budaya populer, layaknya lagu-lagu Natal yang selalu hadir setiap Desember.

Tradisi menonton film Natal berakar dari sejarah panjang dunia perfilman. Film Natal pertama tercatat sebagai film bisu berjudul Santa Claus (1898) karya George Albert Smith. Seiring waktu, genre ini berkembang pesat melalui karya ikonik seperti It’s a Wonderful Life, Home Alone, Elf, dan berbagai judul lainnya.

5. Hari Akar Budaya Nasional (National Roots Day)

Setiap 23 Desember, Hari Akar Budaya Nasional diperingati sebagai momentum reflektif untuk menggali kembali warisan keluarga, sejarah leluhur, dan identitas budaya yang membentuk jati diri seseorang.

Peringatan ini kerap hadir di tengah musim liburan, saat keluarga besar berkumpul, menjadikannya waktu ideal untuk berbagi kisah masa lalu, silsilah keluarga, dan kenangan lintas generasi.

Meski asal-usul pastinya tidak sepenuhnya terdokumentasi, Roots Day telah dikenal selama lebih dari empat dekade, khususnya di Amerika Serikat.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa mengenal sejarah keluarga bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga memahami jati diri, menghargai keberagaman, serta memperkuat ikatan antargenerasi.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: