Instruksi Presiden soal Pemerataan Wilayah 3T, Honai Adat Elaboge Kini Jadi Kampung Percontohan
BeritaNasional.com - Dukungan pemerintah pusat dalam pemerataan pembangunan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) terus digencarkan. Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, wilayah 3 T telah menjadi komitmen dalam prioritas pembangunan.
Salah satunya, pembangunan Honai Adat di Kampung Elaboge, Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Elaboge menjadi Kampung Adat Percontohan untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
"Makna dan pelestarian honai tidak bisa dilepaskan dari jati diri masyarakat Papua. Honai bukan sekadar rumah adat, tetapi simbol persatuan, pusat musyawarah, dan tempat pendidikan budaya yang diwariskan turun-temurun,” ujar Stafsus Menhan Bidang Kedaulatan NKRI Lenis Kogoya dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (23/12/2025)
Menurut dia, Honai bukan sekadar rumah adat, melainkan simbol persatuan, kehangatan keluarga, dan identitas budaya Papua.
Bentuk bundar, atap jerami tebal dirancang untuk menahan dingin pegunungan Papua yang disesuaikan kondisi geografis.
“Dengan melestarikan honai, kita menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat kedaulatan NKRI di tanah Papua. Honai juga menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga tentang warisan budaya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Karena itu, Lenis menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat jati diri masyarakat adat di tengah arus modernisasi.
“Pemerintah hadir di tengah rakyat dengan mendukung pelestarian honai sebagai ikon budaya Papua Pegunungan, yang sekaligus menjadi daya tarik wisata dan sumber ekonomi lokal,” tuturnya
Adapun, Kampung Elaboge sendiri terletak di Distrik Silo Karno Doga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, dekat lembah Baliem.
Lokasi ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, sehingga dipilih sebagai pusat pembangunan Kampung Adat Percontohan.
Ribuan honai masih berdiri di Papua, terutama di sekitar Wamena dan Lembah Baliem, yang menjadi pusat budaya suku Dani.
“Jumlah ini menunjukkan bahwa honai tetap hidup dalam keseharian masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya,” tutur Lenis.
Sementara itu, Kepala Kampung Elaboge sekaligus Kepala Suku Besar Distrik Silo Karno Doga, Habo Holago menjelaskan secara historis kampung tersebut memiliki enam honai adat yang menjadi bagian dari tatanan kehidupan masyarakat.
“Seiring berjalannya waktu, honai-honai tersebut mengalami kerusakan dan tidak lagi difungsikan. Melalui dukungan pemerintah pusat, honai-honai adat kini dibangun kembali agar dapat difungsikan secara optimal sesuai nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur,” jelasnya.
Dalam pembangunan ini, telah berdiri tujuh honai, terdiri atas enam honai pendukung dan satu honai utama. Setiap honai pendukung memiliki fungsi filosofis masing-masing, yaitu Honai Perempuan, Honai Laki-Laki, Honai Kesuburan, Honai Perang, Honai Keramat, dan Honai Pertemuan.
Selanjutnya, satu honai utama akan difungsikan sebagai museum budaya, tempat penyimpanan benda bersejarah sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat, generasi muda, dan wisatawan.
“Keberadaan honai-honai ini mencerminkan struktur sosial, nilai adat, serta identitas budaya masyarakat Kampung Elaboge yang diwariskan turun-temurun,” imbuh dia.
Atas pembangunan ini, Habo menyatakan bahwa kawasan Honai Adat akan dikelola sebagai pusat kegiatan adat, budaya, dan pariwisata terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







