Rencana Bentuk Kanwil Kehutanan atas Solusi Kerusakan Hutan, Pemahaman Raja Juli Dipertanyakan
BeritaNasional.com - Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Irwan (Fecho) mengkritisi rencana Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang ingin membentuk Kantor Wilayah (Kanwil) Kehutanan di tiap provinsi guna memperkuat pengawasan hutan pascabencana Sumatera, yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan.
Doktor Kehutanan Universitas Mulawarman ini pun mempertanyakan, apakah Raja Juli sebagai panglima pengelolaan hutan dan kehutanan memahami tugas, fungsi, dan NSPK (norma, standar, prosedur, dan kriteria) pada seluruh unit kerja kementeriannya serta pembagian kewenangan dengan daerah.
"Apakah beliau sebagai panglima tertinggi pengelolaan hutan dan kehutanan memahami tugas, fungsi dan NSPK seluruh unit kerja kementeriannya serta pembagian kewenangan dengan daerah? Atau justru statement tersebut terlontar karena menerima kepingan informasi tidak lengkap, adanya nuansa kepanikan dan terburu-buru," kata Irwan melalui keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (23/12/2025).
Irwan menilai, apa yang terucap dari Menhut Raja Juli adalah pernyataan yang tergesa-gesa. Menurutnya, pembentukan Kanwil Kehutanan itu bukan jawaban terhadap akar permasalahan dan dampak yang terjadi sekarang ini, khususnya di Sumatera.
Anggota DPR RI periode 2019-2024 ini berpandangan, Raja Juli seyogianya tidak terjebak pada "statement asal cepat", karena pembentukan unit kerja baru Kantor Wilayah, yang setingkat eselon 2a itu perlu kajian mendalam dengan tujuan, tugas pokok dan fungsi yang jelas, belum lagi terkait penambahan anggaran.
"Sebaiknya, menteri kehutanan fokus pada solusi jangka pendek yang konkret terkait isu penataan hutan dan kehutanan di semua tingkat dan unit pengelolaan," terang Irwan.
Langkah konkret yang dimaksud Irwan, di antaranya, penguatan personel penegakkan hukum, perlindungan dan konservasi, serta penyuluh dan pemberdayaan masyarakat.
"Mari kita berpikir dan bertindak dengan cermat, melihat lebih dalam untuk pengambilan keputusan dan kebijakan yang cepat dan tepat, demi pengelolaan hutan dan kehutanan Indonesia yang maju, berdampak dan bermanfaat baik secara ekonomi maupun ekologi," tandas putra Kalimantan Timur (Kaltim) ini. 
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







