Gus Yahya: Belum Tentu NU Tidak Dapat Tambang Tidak Terjadi Konflik

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 24 Desember 2025 | 17:16 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menanggapi isu masalah tambang menjadi sumber konflik internal. Menurutnya masalah tambang dihubungkan dengan konflik pencopotan kursi ketua umum karena memang PBNU diberikan konsesi tambang. 

Namun, Gus Yahya yakin jika PBNU tidak diberikan konsesi tambang, tidak membuat konflik internal tidak akan terjadi.

"Ya kenapa tambang, isu tambangnya muncul? Kan karena NU dapat tambang. Karena NU mendapatkan konsesi tambang," ujar Gus Yahya saat konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

"Seandainya tidak ada konsesi tambang itu apakah tidak terjadi hal seperti ini? Ya belum tentu juga," jelasnya.

Menurutnya, konflik internal PBNU terjadi karena ada perbedaan kepentingan. Isunya ada banyak, tidak hanya tambang.

"Tapi tentu kita ingin mendalami masalah ini dengan baik. Karena namanya perbedaan itu biasanya karena ada perbedaan kepentingan. Dan itu isunya bisa macam-macam," kata Gus Yahya.

Mengenai tambang, Gus Yahya mengatakan, harus dimusyawarahkan apakah izin tersebut dikembalikan kepada pemerintah. Ia menilai, pengurusan tambang tidak boleh dikerjakan NU sendiri, tetapi harus menggandeng swasta.

"Ini harus dikerjakan dalam koordinasi dengan pemerintah. Itu prinsipnya. Karena ini adalah sesuatu yang diberikan oleh pemerintah yang asumsinya adalah merupakan bagian dari agenda negara," ujarnya.

"Maka tidak bisa ini lalu kayak orang dikasih, lalu boleh dibawa lari kemana saja. Tidak boleh begitu. Ini harus dikoordinasikan dengan pemerintah," tegasnya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: