Di Balik 25 Desember, Newtonmas dan Kisah Kelahiran Isaac Newton
BeritaNasional.com - Tanggal 25 Desember ternyata memiliki makna lain di luar perayaan Natal. Di ranah ilmu pengetahuan, tanggal ini dikenal sebagai Newtonmas, sebuah peringatan yang dikaitkan dengan kelahiran Sir Isaac Newton, salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah sains.
Sejarah Sir Isaac Newton
Newton dilahirkan di Woolsthorpe, Lincolnshire, Inggris. Ia terlahir secara prematur dari pasangan Hannah Ayscough dan Isaac Newton Sr., yang telah wafat beberapa bulan sebelum kelahirannya.
Masa kecil Newton tidak berjalan mudah. Saat usianya masih sangat belia, ibunya menikah kembali dan ia pun dibesarkan oleh sang nenek.
Minat Newton terhadap matematika dan fenomena alam tumbuh sejak dini. Pendidikan yang ditempuhnya di Trinity College, Universitas Cambridge, menjadi landasan lahirnya berbagai gagasan besar.
Melalui karya Principia Mathematica yang terbit pada 1687, Newton merumuskan hukum gerak dan gravitasi yang hingga kini masih menjadi pijakan ilmu fisika. Sementara itu, bukunya Opticks yang diterbitkan pada 1704 memperkenalkan pemahaman baru tentang cahaya.
Seiring waktu, Newtonmas berkembang menjadi perayaan sekuler di kalangan pencinta sains dan akademisi. Peringatan ini biasanya diisi dengan diskusi ilmiah, candaan bertema sains, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengetahuan.
Meski berlangsung pada tanggal yang sama dengan Natal, Newtonmas tidak dimaksudkan sebagai pengganti, melainkan hadir sebagai pelengkap yang mencerminkan keberagaman makna dalam satu hari.
Perbedaan Tanggal
Terdapat keunikan dalam catatan kelahiran Newton akibat perbedaan sistem kalender. Inggris pada masa itu masih menggunakan kalender Julian yang mencatat kelahiran Newton pada 25 Desember 1642. Namun, setelah disesuaikan dengan kalender Gregorian, tanggal tersebut berubah menjadi 4 Januari 1643.
Meski terdapat perbedaan penanggalan, kontribusi Isaac Newton terhadap dunia ilmu pengetahuan tidak pernah diperdebatkan.
Ia bahkan menjadi ilmuwan pertama yang dimakamkan di Westminster Abbey, Inggris, sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya bagi peradaban manusia.
(Rep/Shafira)
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







