Mobilitas pada Nataru Tembus 10 Juta Penumpang, Kemenhub: Keselamatan Tetap Prioritas

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 28 Desember 2025 | 09:00 WIB
Sejumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh saat tiba di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Sabtu (27/12/2025).(Beritanasional/Oke Atmaja)
Sejumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh saat tiba di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Sabtu (27/12/2025).(Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pergerakan masyarakat pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan peningkatan signifikan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 10.117.847 orang telah menggunakan angkutan umum dalam sembilan hari pertama pelaksanaan posko pemantauan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menjelaskan bahwa angka tersebut dihimpun sejak 18 Desember 2025 (H-7) hingga 26 Desember 2025 (H+1 Natal).

"Sembilan hari pelaksanaan masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau 18 Desember 2025 (H-7) sampai dengan 26 Desember 2025 (H+1 Hari Natal), jumlah penumpang angkutan umum telah menyentuh angka 10.117.847 orang," ujar Titis yang dikutip pada Sabtu (27/12/2025).

Jumlah penumpang tahun ini mengalami kenaikan sebesar 4,85 persen dibandingkan periode yang sama pada Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 9,64 juta orang. Kereta api menjadi primadona moda transportasi dengan kontribusi terbesar.

Berikut perincian akumulasi penumpang per moda transportasi (H-7 hingga H+1 Natal):

  • Kereta Api: 3.526.380 orang
  • Angkutan Udara: 2.460.518 orang
  • Penyeberangan: 1.731.248 orang
  • Angkutan Darat (Bus): 1.519.397 orang
  • Angkutan Laut: 880.304 orang

Pantauan Arus Kendaraan Pribadi

Selain angkutan umum, mobilitas kendaraan pribadi juga terpantau sangat tinggi. Di wilayah Jabodetabek, tercatat lebih dari 4 juta kendaraan melintas melalui gerbang tol.

Sementara itu, arus kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta mencapai 1,58 juta unit, berbanding dengan 1,48 juta unit kendaraan yang masuk.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Kemenhub telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri terkait manajemen lalu lintas.

“Untuk mengantisipasi antrean kendaraan akibat kepadatan lalu lintas di jalan tol, sudah diterbitkan Surat Keputusan Bersama yang mengatur tentang manajemen lalu lintas. Pengaturan ini disesuaikan dengan kondisi jalan berdasarkan pertimbangan atau diskresi Korlantas Polri,” jelas Titis.

Waspada Cuaca Ekstrem

Mengingat adanya potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan, Kemenhub meminta masyarakat dan operator transportasi untuk lebih waspada. Titis menekankan bahwa aspek keamanan tidak boleh dikompromikan demi mengejar jadwal.

“Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus tekankan kepada para operator untuk meningkatkan pengawasan operasional," tegasnya.

Ia juga menambahkan pesan bagi para pelancong: “Bagi masyarakat yang sedang bepergian dan berlibur, kami imbau untuk selalu berhati-hati, perbaharui informasi terutama mengenai cuaca dan kepadatan melalui nomor-nomor darurat yang tersedia maupun media sosial, serta selalu patuhi arahan petugas di lapangan.”

Posko Pusat Nataru Kemenhub akan terus beroperasi selama 24 jam penuh hingga 5 Januari 2026 guna memastikan seluruh rangkaian perjalanan masyarakat berjalan selamat, aman, dan lancar.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: