Netanyahu Bakal Temui Trump Besok, Bahas Gencatan Senjata Lanjutan di Gaza
BeritaNasional.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk menemui sekutu utamanya, Donald Trump, di Florida pada Senin (29/12/2025).
Pertemuan ini disebut sebagai momentum paling menentukan bagi kelanjutan gencatan senjata di Jalur Gaza yang saat ini berada dalam kondisi kritis.
Kunjungan ini menandai pertemuan kelima Netanyahu dengan Trump sepanjang tahun ini. Fokus utama pembicaraan adalah mendorong transisi ke fase kedua kesepakatan damai antara Israel dan Hamas yang hingga kini masih menemui jalan buntu.
Pertemuan di Florida ini terjadi di tengah kekhawatiran para mediator regional akan lambatnya progres perdamaian. Ahli negosiasi dari Aliansi untuk Dua Negara Gershon Baskin menilai waktu pertemuan ini sangat signifikan karena fase pertama dianggap sudah hampir tuntas.
"Fase kedua harus segera dimulai, bahkan sebenarnya sudah terlambat. Amerika menyadari hal ini karena Hamas telah memiliki terlalu banyak waktu untuk membangun kembali kehadirannya," ujar Baskin yang dikutip dari CNA pada Minggu (28/12/2025).
Pada fase kedua yang direncanakan, Israel seharusnya menarik pasukannya dari Gaza untuk digantikan oleh otoritas sementara dan pasukan stabilisasi internasional (ISF).
Namun, poin krusial yang masih menjadi kendala besar adalah tuntutan agar Hamas meletakkan senjata sepenuhnya.
Selain masalah Gaza, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa kedua pemimpin akan membahas isu-isu panas lainnya di Timur Tengah, termasuk:
- Ancaman nuklir dan militer Iran.
- Perkembangan perjanjian keamanan Israel-Suriah.
- Evaluasi gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon.
Meski terlihat kompak di permukaan, laporan dari Axios menyebutkan adanya ketegangan di balik layar. Para pejabat senior pemerintahan Trump dilaporkan mulai merasa frustrasi dengan langkah-langkah Netanyahu yang dianggap justru memperlemah gencatan senjata dan menghambat proses pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza.
"Semakin banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pemerintahan Amerika frustrasi dengan Netanyahu. Pertanyaannya adalah apa yang akan dilakukan untuk mengatasi itu, karena fase kedua saat ini sama sekali tidak menunjukkan kemajuan," ungkap Yossi Mekelberg, pakar Timur Tengah dari Chatham House.
Persiapan Pertemuan
Donald Trump sebelumnya telah memberikan sinyal mengenai pertemuan ini sebelum bertolak ke kediamannya di Mar-a-Lago.
"Dia (Netanyahu) ingin bertemu saya. Kami belum mengaturnya secara resmi, tapi dia ingin bertemu saya," ujar Trump pertengahan Desember lalu.
Netanyahu dijadwalkan berangkat dari Israel pada 28 Desember dan langsung menuju Florida untuk memulai pembicaraan empat mata yang diharapkan mampu memecah kebuntuan konflik di Timur Tengah tersebut.
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







