Kaleidoskop 2025: Sejumlah Kejadian tentang Kesehatan Selama 2025

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Senin, 29 Desember 2025 | 16:30 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tinjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Sukorejo. (BeritaNasional/Elvis Sendouw/HO Setwapres)
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming tinjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Sukorejo. (BeritaNasional/Elvis Sendouw/HO Setwapres)

BeritaNasional.com -  Selama 2025 beberapa penyakit yang sempat menjadi perhatian yang harus ditangani serius oleh pemerintah.

Berikut adalah peristiwa dan temuan penting kesehatan selama 2025:

1. Virus Human Metapneumovirus (HMPV). Virus ini sempat menyerang dan menjadikan warga di China khawatir. Pada saat virus tersebut merebak di negara tirai bambu itu, dilaporkan virus tersebut ditemukan di Indonesia yang ditemukan pada anak-anak.


2. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran Nomor PM.03.01/C/28/2025 sebagai respons atas laporan peningkatan kasus flu burung (Avian Influenza) di beberapa negara. Indonesia hingga kini masih menjadi daerah endemis flu burung

3. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk seluruh  masyarakat pada 10 Februari 2025

4. Kementerian Kesehatan meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029 sebagai bagian dari Rencana Kanker Nasional 2024-2034

5. Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara PT Biofarma dan Arabio (perusahaan produk farmasi Arab). Biofarma, sebagai salah satu industri vaksin terbesar di Indonesia, telah mendistribusikan produk-produknya ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia.


 6.Kejadian selanjutnya efek dari kebakaran hutan dan lahan. Tahun ini sekitar April 2025 Riau menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Kemenkes mendistribusikan 30 unit oxygen concentrator dan 6.000 masker bedah kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Hal ini bertujiuan melindungi kesehatan masyarakat dari paparan asap khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
 

7. Pendiri Microsoft, Bill Gates, berkunjung ke Indonesia untuk memperkuat kolaborasi antara Gates Foundation dan pemerintah Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program-program kesehatan yang mendapat dukungan dari Gates Foundation meliputi vaksinasi dan imunisasi, riset kesehatan, dan eliminasi penyakit menular seperti tuberkulosis.

8. Waspadai Covid-19 kembali mewabah
Kementerian Kesehatan meminta masyarakat waspada atas kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia seperti Singapura, Thailand, dan Hong Kong, yang terjadi di tengah tingginya mobilitas warga, termasuk dari Indonesia untuk menghadiri agenda internasional seperti konser Lady Gaga pada 18 Mei 2025.

9. Penyakit jantung. Hingga 23 Mei 2025, Kemenkes mencatat 53 jemaah haji wafat di Tanah Suci. Sebanyak 19 di antaranya meninggal akibat serangan jantung karena penyakit jantung iskemik akut dan syok kardiogenik.

10. Pandemic Agreement Disahkan di WHA 78
Sidang ke-78 World Health Assembly (WHA 78) menorehkan tonggak penting dengan disahkannya Pandemic Agreement sebagai payung hukum global untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap darurat kesehatan. Indonesia komitmen dalam kesepakatan tersebut.

11. Kemenkes RI melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) mengumumkan prevalensi stunting nasional turun dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8% pada 2024 berdasarkan hasil SSGI 2024.


12. Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah mulai tahun ajaran baru ini.

13. Peluncuran Presidential Call to End Malaria
Pemerintah Indonesia akan meluncurkan inisiatif Presidential Call to End Malaria (PCEM) untuk mempercepat eliminasi malaria, yang resmi diperkenalkan pada Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination, 16–17 Juni 2025 di Bali.

14. Kasus cacingan/ sepsis
Seorang balita asal Sukabumi meninggal di RSUD Syamsudin setelah dirawat intensif sejak 13 Juli 2025 dengan diagnosis sepsis yang diperberat malnutrisi, stunting, dan meningitis TBC. Kematian dipastikan bukan akibat cacing gelang, melainkan karena kondisi medis berat yang sudah diderita sebelumnya.

15. Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus campak di Indonesia seiring turunnya cakupan imunisasi rutin lengkap, yang memicu kembali KLB, termasuk di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Cakupan imunisasi yang sempat mencapai 92% pada 2018 kini turun menjadi 87,8% pada 2023.

16. Sebanyak 20 anak dilaporkan meninggal akibat campak di Sumenep sejak Februari hingga Agustus 2025. Angka ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperkuat imunisasi massal.

17. Kemenkes tengah menyusun Permenkes tentang donor organ untuk mengatur pelaksanaan transplantasi di Indonesia, yang ditargetkan rampung sebelum akhir 2025 guna mencegah perdagangan organ dan menyelamatkan pasien.

18. Mikroplastik kini terdeteksi di air hujan Jakarta. Riset BRIN menunjukkan partikel plastik berukuran mikro terbawa angin dan turun bersama hujan di wilayah tersebut.


19. Indonesia resmi mengakhiri KLB polio tipe 2 setelah hampir 60 juta dosis imunisasi tambahan diberikan kepada anak-anak akibat rendahnya cakupan imunisasi sebelumnya.


20. Sumatera Barat mencatat kasus demam tertinggi di antara provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera, dengan 376 kasus pada 25–29 November 2025 di lima kabupaten. Keluhan lain yang banyak dilaporkan meliputi myalgia, gatal, dispepsia, ISPA, hipertensi, luka, sakit kepala, diare, dan asma.
 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: