Kaleidoskop 2025: Peristiwa Perundungan selama 2025 yang Menyita Perhatian Publik
BeritaNasional.com - Sepanjang 2025 pemberitaan juga diwarnai dengan aksi kekerasan atau perundungan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Kejadian ini beberapa menyita perhatian publik hingga adanya dorongan untuk menghukum setimpal para pelaku perundungan.
Berikut kejadian perundungan selama 2025 yang menyedot perhatian publik.
1. Dugaan perundungan mahasiswa bernama Anugerah di Universitas Udayana Bali.
Kasus dugaan perundungan juga terjadi di tingkat perguruan tinggi terjadi di Bali. Pada Oktober 2025 mahasiswa Universitas Udayana Bali asal Bandung Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari bangunan kampus. Ia diduga sengaja menjatuhkan diri dari ketinggian di gedung tersebut.
Setelah kematiannya beradar tangkapan layar di media sosial tentang percakapan chat grup privat yang mengungkap kejadian perundungan. Beberapa teman korban melontarkan ejekan dan pelecehan terhadap Timothy. Meski kasus ini masih berlangsung dalam penyelidikan, publik menuntut pertanggungjawaban universitas karena dugaan bullying bukan hanya verbal, tapi memiliki potensi dampak psikologis yang ekstrem.
2. Pengeroyokan saat MPLS di SMP Blitar.
Juli 2025 video viral yang memperlihatkansiswa baru SMP dikeroyok oleh sekelompok teman saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Peristiwa itu terjadi di SMPN 3 Doko, Kabupaten Blitar pada Agustus 2025. Dalam tayangan yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan ejekan verbal yang berlanjut pada tindak kekerasan fisik di belakang kamar mandi sekolah.
Kejadian ini dibenarkan oleh Polres Blitar yang kemudian memeriksa 20 saksi dan melibatkan unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Dari hasil penyelidikan, kasus ini diselesaikan melalui diversi, artinya di luar jalur peradilan pidana. Pelaku akan mengikuti pembinaan, ada permintaan maaf, dan sekolah diminta memasang CCTV agar kejadian serupa tidak terulang.
3. Pondok Pesantren Al Azhar Sadah Lombok Tengah.
Kejadian ini menyedot perhatian nasional ketika seorang santri berinisial AZ (13) dilaporkan tewas setelah ditendang oleh teman sekamarnya pada Agustus 2025.
Kejadian bermula AZ dan teman sekamarnya cekcok setelah salat asar, lalu saling melakukan perundungan. Kejadian itu berakhir dengan AZ mendapat dorongan keras hingga terbentur tembok.
Meski sempat dibawa ke puskesmas, AZ akhirnya meninggal dan polisi menyebut potensi pasal perlindungan anak bisa diterapkan. Selain itu, pimpinan pesantren dilaporkan karena diduga lalai dalam mengawasi santri, dan pihak Lembaga Perlindungan Anak mendorong agar kasus ini diperhatikan serius agar tidak ada korban lain.
4. Dugaan perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan
Salah satu kasus paling memilukan yakni terjadi di SMPN 19 Tangerang Selatan. Siswa MH (13) meninggal dunia. Kejadian itu bermula saat korban diduga dipukul dengan bangku besi di area kepala pada 20 Oktober 2025. Setelahnya, MH mengeluhkan sakit dan sempat dirawat di salah satu rumah sakit. Sayangnya, kondisinya makin parah dan akhirnya meninggal dunia.
Sebelum meninggal, korban sempat mengaku sering mendapat perlakuan kasar, mulai dari pukulan hingga tendangan.
5. Perundungan di SMP Blora
Sebuah video singkat berdurasi sekitar 25 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan siswa SMP di Blora dikeroyok yang diduga dilakukan oleh teman sebayanya di dalam kamar mandi sekolah. Rekaman memperlihatkan korban dipukul dan ditendang, sementara siswa lain hanya menonton.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







