Krisis Air Bersih Pascabencana di Sumatera, Menteri PU Janjikan Solusi Cepat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 30 Desember 2025 | 14:11 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo (Foto/Instagram Doddy Hanggodo)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo (Foto/Instagram Doddy Hanggodo)

BeritaNasional.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo merespons usulan pembangunan bendungan di Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya penanganan dampak bencana dan mitigasi jangka panjang. Ia menyatakan, usulan tersebut akan dikaji secara mendalam oleh kementeriannya.

“Benar tadi disampaikan ada usulan tentang pembangunan bendungan di Pidie Jaya. Saya pikir itu nanti kami akan lakukan kajian lebih mendalam. Karena di Pidie Jaya memang betul, Pak, bukan hanya di Pidie, hampir di semua kabupaten itu sungai-sungainya itu melebar dan mendangkal,” ujar Dody saat rapat koordinasi pascabencana bersama pimpinan DPR RI dan Kementerian/Lembaga di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, pendangkalan dan pelebaran sungai terjadi secara masif di sejumlah daerah, dengan kondisi yang rata-rata sudah dua hingga tiga kali lipat dari keadaan semula. Dampak dari kondisi tersebut sangat terasa pada infrastruktur penyediaan air bersih.

“Rata-rata dua sampai tiga kali lipat dari kondisi semula, sehingga banyak kemudian water treatment plant yang selama ini berada memang di tepi-tepi sungai tertutup lumpur semua. Sehingga memang kemudian menyebabkan Bapak Ibu sekalian kesulitan air bersih di seluruh kabupaten yang terdampak,” katanya.

Dody menegaskan, Kementerian PU saat ini tengah bekerja keras untuk memulihkan layanan air bersih dengan mengaktifkan kembali instalasi pengolahan air yang terdampak. Sejumlah langkah percepatan telah dilakukan karena masih berada dalam masa tanggap darurat.

“Kami memang sedang bekerja keras agar water treatment plant ini bisa kita aktifkan secepat-cepatnya. Banyak sudah kita lakukan penunjukan langsung, mohon izin karena masih tahap tanggap darurat di beberapa tempat, sehingga teman-teman penyedia jasa sudah bisa mulai kerja,” ujarnya.

Ia menargetkan dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, beberapa instalasi pengolahan air bersih dengan kapasitas sekitar 20 liter per detik dapat segera dibangun dan dioperasikan di sejumlah titik.

“Harapan kami dalam tempo 3 sampai 4 bulan ke depan beberapa water treatment plant yang berkapasitas sekitar 20 liter per detik bisa segera terbangun di beberapa titik,” kata Dody.

Khusus untuk Pidie Jaya, Dody menyebut pihaknya telah mengirimkan tim konsultan guna mengkaji kondisi sungai secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pembangunan bendungan sebagai solusi jangka panjang.

“Kemudian khusus untuk di Pidie Jaya, kami juga sudah mengirimkan tim konsultan untuk mengkaji tentang kondisi sungai dan juga karena tadi ada saran untuk mungkin bendungan sekalian kami akan kaji tentang bendungan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian PU juga akan melihat opsi pembangunan sabo dam atau bendungan di wilayah lain yang rawan bencana, seperti Gayo Lues.

“Mungkin tadi kita juga akan melihat apakah memang diperlukan misalnya sabo dam atau bendungan di daerah Gayo Lues, sehingga kemudian kita bisa menghindari bencana serupa di waktu yang akan datang,” tutup Dody.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: