Tak Hanya Emas, Silver Diprediksi jadi Investasi Cuan di 2026
BeritaNasional.com - Awal 2026 ini, sejumlah analis keuangan mulai meramalkan investasi yang prospektif di 2026. Di 2026 ini, bukan hanya emas yang memiliki prospek positif, perak juga diprediksi prospektif seiring dengan perkembangan dan kebutuhan akan perak saat ini dan di masa mendatang.
Analis keuangan Finex Brahmantya Himawan menyampaikan, kombinasi faktor moneter, dinamika geopolitik, serta meningkatnya kebutuhan industri menjadikan kedua logam mulia tersebut berpeluang melanjutkan reli yang lebih struktural dibanding siklus sebelumnya.
Brahmantya memprediksi, harga emas diproyeksikan bergerak di kisaran 4.700–5.000 dolar AS per troy ounce pada 2026. Dengan kurs rupiah sekitar Rp16.715 per dolar AS, proyeksi tersebut setara dengan Rp78,5 juta–Rp83,6 juta per troy ounce. Dan jika dikonversi ke dalam gram dan rupiah, harga emas menguat sekitar Rp2,52 juta–Rp2,69 juta per gram.
Brahmantya menilai, penurunan imbal hasil riil obligasi AS menjadi katalis utama penguatan emas.
“Ketika real yield turun dan pasar melihat potensi pelonggaran moneter, emas secara historis selalu mendapat dorongan struktural. Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal reli jangka panjang sebelumnya,” kata Brahmantya dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (3/1/2026).
Sementara untuk perak, Brahmantya melihat bahwa perak memiliki karakteristik ganda sebagai logam mulia sekaligus komoditas industri. Permintaan dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik dan teknologi diperkirakan terus meningkat, sehingga mendorong harga perak lebih agresif.
Ia pun memproyeksikan harga perak pada 2026 berada di kisaran 90–120 dolar AS per troy ounce, atau sekitar Rp1,5 juta–Rp2 juta per gram. Apalagi, dengan masuknya perak ke dalam daftar mineral kritis di Amerika Serikat semakin memperkuat prospek jangka menengah perak.
“Perak saat ini berada di persimpangan menarik antara kebutuhan industri dan minat investasi. Kombinasi ini membuat pergerakannya cenderung lebih agresif, terutama saat siklus ekonomi bergeser,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, dengan tren harga yang konstruktif, emas dan perak tetap relevan sebagai aset lindung nilai bagi investor jangka panjang.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







