Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota New York Muslim dan Pandangannya soal LGBTQ+

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:27 WIB
Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota New York Muslim dan pandangannya soal LGBTQ+. (BeritaNasional/Instagram Zohran Mamdani)
Sosok Zohran Mamdani, Wali Kota New York Muslim dan pandangannya soal LGBTQ+. (BeritaNasional/Instagram Zohran Mamdani)

BeritaNasional.com - Zohran Kwame Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York ke-112 pada Kamis (1/12/2026) kemarin. Politikus Partai Demokrat sekaligus anggota Democratic Socialists of America (DSA) itu mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama, Asia Selatan pertama, serta generasi milenial pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat (AS) itu.

Mamdani terpilih setelah memenangkan pemilihan Wali Kota New York pada 5 November 2025, setelah berhasil menyingkirkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni 2025. Tak hanya identitas dan latar belakangnya, pandangan politik Mamdani termasuk soal isu hak LGBTQ+ turut menjadi perhatian publik.

Berikut rangkuman lengkap profil, pendidikan, karier dan pandangan Zohran Mamdani yang dikutip BeritaNasional dari berbagai sumber.

Profil Zohran Mamdani

Zohran Mamdani lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991, dalam keluarga keturunan India. Ia merupakan putra dari akademisi Mahmood Mamdani dan ibunya pembuat film Mira Nair. Ibunya beragama Hindu, sementara ayahnya seorang Muslim. Nama tengah “Kwame” diberikan sebagai penghormatan kepada Kwame Nkrumah, perdana menteri pertama Ghana.

Pada usia lima tahun, Mamdani dan keluarganya pindah ke Cape Town, Afrika Selatan, sebelum akhirnya menetap di New York City dua tahun kemudian. Pengalaman hidup lintas negara sejak kecil membentuk pandangannya terhadap isu imigrasi, keberagaman dan keadilan sosial.

Pendidikan Zohran Mamdani

Zohran Mamdani menempuh pendidikan dasar di New York setelah keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ia lulus dari Bronx High School of Science, salah satu sekolah menengah unggulan di kota tersebut.

Pendidikan tingginya ditempuh di Bowdoin College. Mamdani lulus pada 2014 dengan gelar sarjana dalam bidang kajian kulit hitam dan studi Afrika. Semasa kuliah, ia aktif dalam kegiatan advokasi mahasiswa dan turut mendirikan organisasi Students for Justice in Palestine di kampusnya.

Karier Zohran Mamdani

Sebelum terjun ke dunia politik, Zohran Mamdani sempat menekuni dunia musik sebagai musisi hip-hop dengan nama panggung Young Cardamom. Ia dikenal melalui karya-karya bertema identitas, imigrasi, dan keadilan sosial, yang kemudian membentuk pendekatan komunikasinya dalam politik.

Mengawali karier di politik, Mamdani memulai kiprah profesionalnya sebagai konselor perumahan di Queens, New York, dengan mendampingi imigran berpenghasilan rendah yang menghadapi ancaman penggusuran. Pengalaman kerja ini yang mendorongnya terlibat aktif dalam politik progresif.

Pada 2017, ia bergabung dengan Democratic Socialists of America (DSA) dan terlibat dalam sejumlah kampanye lokal. Mamdani terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York dari Distrik ke-36 pada 2020 setelah mengalahkan petahana Aravella Simotas, lalu kembali terpilih tanpa lawan pada 2022 dan 2024.

Langkah politiknya berlanjut ke tingkat eksekutif. Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York pada November 2025 dan dilantik pada Kamis (1/1/2026) kemarin. Ia mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama, keturunan Asia Selatan pertama, serta wali kota termuda dari generasi milenial di kota tersebut.

Pandangan Zohran Mamdani soal LGBTQ+

Zohran Mamdani secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap hak-hak LGBTQ+. Bahkan, ia berkomitmen menjadikan New York City sebagai kota perlindungan bagi komunitas LGBTQ+, termasuk dengan memperluas akses perumahan, pekerjaan, dan layanan sosial melalui kebijakan pemerintah kota.

Dalam kampanyenya, Mamdani juga mendorong pembentukan Kantor Urusan LGBTQIA+ di tingkat kota sebagai upaya memusatkan layanan dan advokasi bagi warga LGBTQ+. Menurutnya, kebijakan keterjangkauan hidup, seperti pengendalian sewa dan perluasan hunian publik, akan berdampak langsung bagi warga LGBTQ+ yang rentan kehilangan tempat tinggal akibat diskriminasi berbasis identitas.

Pada 2024, Mamdani juga mendukung amandemen Konstitusi Negara Bagian New York yang disebut Proposal 1. Konstitusi ini memutuskan bahwa tindakan diskriminasi berdasarkan etnis, asal kebangsaan, usia, disabilitas, jenis kelamin (termasuk orientasi seksual, identitas gender, dan ekspresi gender), kehamilan serta hasil yang berkaitan dengan kehamilan, serta layanan dan otonomi kesehatan reproduksi sebagai hal yang inkonstitusional.

Pelantikan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York menandai babak baru kepemimpinan progresif di kota besar tersebut. Dengan latar belakang imigran, seorang Muslim, serta sikap politik yang konsisten terhadap isu keadilan sosial dan hak LGBTQ, Mamdani muncul sebagai salah satu figur penting dalam dinamika politik Amerika Serikat saat ini.

(Rep/Sisilia)sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: