Zohran Mamdani Dikecam soal Tanggapan atas Kenaikan Kasus Pemerkosaan di New York
BeritaNasional.com - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dikecam oleh publik, usai pernyataan kontroversialnya yang menyebut bahwa kenaikan laporan kasus pemerkosaan sebesar 6,6 persen baru-baru ini akibat adanya perluasan definisi hukum tentang kejahatan tersebut.
Melansir Russia Today (RT) pada Kamis (16/7/2026), hal itu disampaikan Mamdani dalam sebuah wawancara dengan PIX11 News yang diterbitkan pada hari Senin (13/7/2026). Saat itu, ia ditanya perihal statistik pengaduan pemerkosaan NYPD yang baru-baru ini dirilis.
“Sebagian besar peningkatan kasus pemerkosaan juga berasal dari perluasan definisi tentang apa yang dianggap sebagai pemerkosaan, serta para korban yang berani melaporkan kejadian yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya,” kata Mamdani tanpa menjelaskan lebih lanjut apa yang dia maksud.
Pernyataan Mamdani tentang "definisi yang diperluas" kemungkinan merujuk pada Undang-Undang Pemerkosaan tahun 2024 di New York, yang memperluas definisi pemerkosaan menjadi pemaksaan hubungan seksual dalam hubungan apapun. Sebelum keputusan tersebut, definisinya terbatas pada penetrasi vagina dengan penis tanpa persetujuan.
Berdasarkan data kejahatan NYPD yang dirilis minggu lalu, pengaduan pemerkosaan meningkat 6,6 persen sepanjang tahun ini. Angka-angka tersebut mencakup periode Januari-Juli 2026, yang artinya peningkatan tersebut terjadi jauh setelah undang-undang tahun 2024 mulai berlaku.
Pernyataan Mamdani ini memicu kritik yang luas dari banyak orang di dunia maya, termasuk Anggota Dewan Kota New York, Susan Zhuang.
“Memperluas definisi hukum perkosaan adalah langkah penting… tetapi hal itu tidak boleh digunakan untuk mengalihkan tanggung jawab dari upaya mengurangi kekerasan seksual. Para penyintas berhak mendapatkan kepemimpinan, tindakan, akuntabilitas, dan keadilan. Mereka tidak pantas mendapatkan pengalihan tanggung jawab,” tulis Zhuang melalui unggahan X menanggapi cuplikan wawancara tersebut.
Sebagai informasi, Zohran Mamdani adalah seorang tokoh politik luar yang berhaluan sosialis, berkampanye dengan platform yang berfokus pada perumahan terjangkau, kepemilikan publik atas utilitas, dan pajak kekayaan. Ia terpilih tahun lalu meskipun minim antusiasme dari sesama anggota Demokrat dan mendapat penentangan keras dari Partai Republik, termasuk Presiden AS Donald Trump.
Trump bahkan awalnya menggambarkan Mamdani sebagai seorang "komunis" dan memperingatkan bahwa warga New York akan segera meninggalkan kota itu di bawah kepemimpinannya, namun Trumo mendadak melunak usai bertemu langsung dengan politikus Demokrat itu pada November 2025 lalu.
Akan tetapi, Trump dalam pidatonya pada 4 Juli di Mount Rushmore, kembali memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai "kebangkitan kembali ancaman komunis" di AS. Katanya, komunisme adalah "ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika".
Sumber: Russia Today
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







