Venezuela Kecam Serangan Brutal AS, Desak Dewan Keamanan PBB Segera Bertindak
BeritaNasional.com - Pemerintah Venezuela bereaksi keras atas serangan militer yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah mereka.
Dalam surat resmi yang dilayangkan kepada Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB, Abukar Dahir Osman, Venezuela mengutuk aksi tersebut sebagai tindakan yang brutal dan tidak beralasan.
Serangan bersenjata sepihak yang terjadi pada Sabtu pagi itu dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan kedaulatan sebuah negara yang sedang dalam keadaan damai.
Empat Tuntutan Utama Venezuela
Dalam surat tersebut, Venezuela mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret. Ada empat poin utama yang dituntut oleh Caracas:
- Pertemuan Darurat: Mengadakan sidang mendesak Dewan Keamanan untuk membahas agresi militer AS.
- Kecaman Keras: Meminta dunia internasional mengutuk tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
- Gencatan Senjata: Menuntut penghentian segera seluruh serangan militer oleh pasukan AS.
- Pertanggungjawaban Hukum: Mengambil langkah hukum untuk menyeret Washington atas "kejahatan agresi" yang dilakukan.
Bombardir Fasilitas Sipil dan Militer
Laporan militer menunjukkan bahwa pasukan AS melakukan pemboman besar-besaran yang menyasar lokasi sipil dan militer di ibu kota Caracas. Serangan udara menggunakan helikopter dan pesawat tempur juga dilaporkan meluas hingga ke wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa serangan ini bukanlah sebuah ketidaksengajaan, melainkan tindakan agresi yang telah direncanakan secara matang dan diakui secara terbuka oleh Washington.
Tuduhan Penjarahan Minyak dan Penggulingan Rezim
Pihak Venezuela menuding bahwa motif utama di balik agresi militer ini adalah untuk melakukan perubahan rezim secara paksa.
Caracas menyebut Washington berniat menggulingkan pemerintahan yang sah dan menggantinya dengan "pemerintahan boneka".
Tujuan akhirnya, menurut surat tersebut, adalah agar Amerika Serikat dapat menguasai dan menjarah cadangan sumber daya minyak melimpah yang dimiliki oleh negara Amerika Selatan tersebut.
Hingga saat ini, situasi di Venezuela dilaporkan masih tegang seiring dengan berlangsungnya operasi militer tersebut.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







