Sekolah di Aceh Bersiap Sambut Semester Baru Usai Diterjang Bencana
BeritaNasional.com - Upaya pemulihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, hingga Aceh Tamiang terus dipercepat menjelang dimulainya semester baru pada 5 Januari 2026.
Sejak Sabtu (31/12/2025), proses pembersihan dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak. Personel TNI AD turut dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secepat mungkin.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai, situasi darurat seperti ini menuntut adanya penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
“Metode pembelajaran bersifat fleksibel dan adaptif, termasuk pengembangan bahan belajar darurat,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (4/1/2026).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak bencana tetap dimulai sesuai jadwal, yakni 5 Januari 2026.
Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan tenda darurat yang akan difungsikan sebagai ruang kelas sementara.
"Intinya, pembelajaran mulai 5 Januari tetap akan dilaksanakan, namun pelaksanaannya berbeda di setiap daerah sesuai dengan tingkat dampaknya," kata Pratikno.
Di lapangan, personel TNI melakukan pembersihan di sejumlah satuan pendidikan, di antaranya MIN 29 Aceh Utara, MIN 21 Aceh Utara, SMAN 1 Baktiya, SMPN 1 Lapang, SDN 19 Jambo Aye, TK Pelangi, serta SDN 7 Kuala Simpang.
Kegiatan serupa juga dilakukan di TK Quratul Aqyun, PAUD Nurul Ikhlas, SDN Grong-Grong, SDN Ketibung, Pondok Dayah Asasul Huda, hingga SDN 8 Meureudu.
Selain itu, pembersihan menyasar MIN 2 Meurah Dua, MTs Meurah Dua, SMPN 5 Kejuruan Muda, SDN Simpang Kiri, TK Al Fatih, dan MIS Al Amin.
Mayoritas personel yang terlibat berasal dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana. Mereka membersihkan bagian dalam maupun luar bangunan sekolah yang terdampak lumpur dan material sisa banjir.
Lumpur yang telah mengeras disemprot air, sementara sampah serta puing-puing sisa banjir dan longsor diangkut dari halaman dan ruang kelas.
Di SDN 7 Kuala Simpang, kondisi sekolah mulai membaik. Ruang kelas tampak bersih dari lumpur dan perabot sekolah mulai kembali ditata.
Namun, kondisi berbeda terlihat di MIN 2 Meurah Dua. Lumpur masih menumpuk di halaman sekolah, sejumlah bangku belum dipindahkan ke dalam kelas, dan alat berat ekskavator diturunkan untuk mempercepat pembersihan.
Berdasarkan data pemerintah, tercatat sekitar 3.700 sekolah di Sumatra terdampak bencana, dengan sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat.
Pemerintah pun memfokuskan upaya percepatan pembersihan pada sekolah-sekolah yang masih tertutup material sisa bencana.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah menyiapkan tiga skema kegiatan belajar mengajar bagi siswa dan guru di wilayah terdampak, yakni masa tanggap darurat selama 0–3 bulan, masa transisi 3–12 bulan, serta masa pemulihan dalam rentang 1–3 tahun.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







