The Jakmania Dilarang Injakkan Kaki di GBLA pada Laga Persib vs Persija

Oleh: Tarmizi Hamdi
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:52 WIB
Persib Bandung bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Foto/persib.co.id)
Persib Bandung bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Foto/persib.co.id)

BeritaNasional.com - Duel klasik yang paling dinanti dalam jagat sepak bola tanah air akan segera tersaji. Persib Bandung dijadwalkan menjamu rival abadi mereka, Persija Jakarta, pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026.

Pertandingan penutup putaran pertama ini akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Namun, demi menjaga kondusivitas, pihak panitia penyelenggara kembali mengingatkan aturan ketat terkait kehadiran penonton. 

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, pertandingan ini dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu di dalam stadion. Artinya, The Jakmania, suporter Persija Jakarta, dilarang mendatangi GBLA saat duel klasik itu berlangsung.

Larangan ini bukan tanpa dasar. Aturan tersebut merujuk pada Pasal 5 Ayat 7 Regulasi Liga 1 2025/26 tentang Keamanan dan Kenyamanan, serta diperkuat oleh Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. 

Aturan ini sengaja ditegakkan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pertandingan tetap terjaga serta menghindari potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Head of Communications Persib Adhi Pratama menyampaikan bahwa menaati aturan tersebut merupakan tugas kolektif demi kesuksesan laga besar ini.

"Kami berharap aturan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelanggaran akan berujung pada sanksi tegas," ujar Adhi yang dikutip dari laman resmi klub pada Rabu (7/1/2026).

Sanksi Menanti bagi Pelanggar

Adhi juga mengingatkan bahwa Komite Disiplin PSSI saat ini sangat ketat dalam memantau dan menindak setiap pelanggaran. 

Ia menegaskan bahwa dampak dari ketidakdisiplinan suporter tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi juga memberikan sanksi berat bagi pihak klub.

Karena itu, kesadaran bersama dari kedua basis suporter menjadi kunci utama agar ekosistem sepak bola Indonesia terus membaik.

"Demi kebaikan bersama, keamanan pertandingan, dan kemajuan klub kebanggaan masing-masing, mari kita patuhi dan tegakkan aturan yang telah disepakati. Sepakbola Indonesia akan tumbuh lebih sehat jika kita semua berperan," tandas Adhi.

Dengan komitmen saling menghormati aturan, laga bertajuk El Clasico Indonesia ini diharapkan tidak hanya menyajikan tontonan berkualitas di atas lapangan, tetapi juga menjadi contoh positif bagi kedewasaan suporter di kancah nasional.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: