Jarang Bergerak Bisa Picu Penyakit Serius, Ini Daftarnya

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 06:48 WIB
Ilustrasi penderita obesitas berolahraga. (Foto/Freepik)
Ilustrasi penderita obesitas berolahraga. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Pola hidup minim aktivitas fisik atau sedentari semakin sering dijumpai, terutama di lingkungan perkotaan.

Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, baik saat bekerja di depan komputer maupun ketika bersantai menggunakan ponsel atau menonton televisi.

Jika kebiasaan ini terus berlangsung, dampaknya dapat berujung pada berbagai gangguan kesehatan.

Risiko Penyakit Akibat Kurang Gerak

Gaya hidup yang tidak aktif memiliki kaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit kronis. Berikut beberapa masalah kesehatan yang dapat muncul akibat kurang bergerak:

1. Obesitas

Saat tubuh jarang bergerak, pembakaran kalori menjadi tidak optimal. Otot yang jarang digunakan tidak menghasilkan energi sebagaimana mestinya.

Jika asupan makanan berkalori tinggi tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, berat badan akan terus bertambah dan berpotensi menyebabkan obesitas.

2. Hipertensi

Kurangnya aktivitas fisik dapat memicu tekanan darah tinggi. Kondisi ini terjadi karena jantung dan pembuluh darah tidak bekerja secara maksimal.

Sebaliknya, kebiasaan bergerak aktif dan berolahraga secara teratur membantu menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga risiko hipertensi dapat diminimalkan.

3. Penyakit Jantung

Malas bergerak juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung. Aktivitas fisik yang rendah membuat kinerja jantung dan pembuluh darah menurun, sehingga aliran darah menjadi kurang lancar.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

4. Diabetes Tipe 2

Tubuh yang kurang aktif lebih mudah mengalami gangguan sensitivitas insulin. Akibatnya, kadar gula darah sulit dikendalikan dan risiko diabetes tipe 2 meningkat.

Dibandingkan orang yang rutin bergerak, mereka yang menjalani gaya hidup sedentari memiliki peluang lebih besar terkena penyakit ini.

5. Meningkatkan Risiko Kanker

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan kurang bergerak dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker rahim.

Minimnya aktivitas fisik serta kelebihan berat badan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, memicu resistensi insulin, dan menyebabkan peradangan kronis yang berperan dalam perkembangan kanker.

Kurang bergerak bukan sekadar kebiasaan yang bisa diabaikan. Jika dilakukan terus-menerus, pola hidup ini dapat memicu berbagai penyakit serius.

Oleh karena itu, penting untuk mulai membiasakan diri bergerak lebih aktif, mengurangi waktu duduk terlalu lama, dan menyelipkan aktivitas fisik dalam keseharian demi menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

(Rep/Shafira)sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: