Prabowo Ungkap Penyakit di Sektor Pertanian dan Energi Indonesia yang Bikin Bergidik

Oleh: Kiswondari
Selasa, 13 Januari 2026 | 06:57 WIB
Prabowo ungkap penyakit di sektor pertanian dan energi Indonesia yang bikin bergidik. (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Prabowo ungkap penyakit di sektor pertanian dan energi Indonesia yang bikin bergidik. (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah penyakit di sektor pertanian dan energi yang membuat bergidik saat mendengarkan, sehingga membuat kedua sektor itu tak kunjung maju. Hal ini disampaikan Prabowo saat Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi & Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Awalnya, Presiden menyampaikan target untuk swasembada pangan dan energi yang diupayakan dalam 5-6 tahun pemerintahannya. Meski berhasil mewujudkan swasembada beras pada 2025, Prabowo pun mengungkap adanya praktik dan regulasi yang tidak masuk akal sehingga membuat kelangkaan pupuk dan membuat petani menjerit sebelum ia memimpin.

Faktanya, kata Prabowo, sebelum pemerintahannya, terdapat 145 peraturan dan 11 kementerian/lembaga (K/L) yang harus menyetujui untuk subsidi dan pengadaan pupuk. Bahkan, dari pabrik sampai ke petani, diperlukan sekitar 13 tanda tangan yang semuanya menghambat sektor pertanian. 

"Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal. Dulu pupuk sulit, langka, para petani menjerit. Pabrik pupuk milik negara, pupuk kita subsidi, tetapi sampai ke petani sangat sulit. Waktu itu ada 145 peraturan. Ada 11 KL yang harus menyetujui. Harus juga tanda tangan Gubernur dan Bupati. Jadi dari pabrik sampai ke petani mungkin dibutuhkan 13 tanda tangan. Bayangkan," kata Prabowo di Balikpapan, Kaltim, Senin (12/1/2026). 

Karena itu, Presiden pun menghapus semua aturan dan prosedur yang tidak masuk akal itu. Kini, hanya perlu satu tanda tangan dan satu instruksi untuk membuat petani mengakses pupuk subsidi. Dan tidak perlu lagi pakai berbagai macam kartu, cukup memiliki KTP yang disetujui kepala desa. Alhasil, harga pupuk bisa diturunkan hingga 20 persen.

"Dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan, cukup satu tanda tangan, satu instruksi, kemudian pupuk itu langsung ke petani. Dan petani tidak perlu pakai macam-macam, cukup Kartu Penduduk (KTP), cukup disetujui oleh kepala desa benar dia petani di sini. Dan akhirnya kita berhasil pertama kali dalam sejarah bangsa kita, kita berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen," ungkapnya Prabowo. 

Begitu juga dengan beras, Kepala Negara menyampaikan, para petani beras sekarang penghasilannya meningkat, karena Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 106 menjadi 125, yang mana angka ini jadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Tak hanya cadangan beras yang tertinggi, produksi beras pun jadi yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia.

Terkait energi, Prabowo ingin Indonesia tak bergantung pada negara lain. Apalagi, Indonesia dikaruniai alam yang kaya dengan sumber daya yang melimpah. Pertamina sebagai "National Champion" Indonesia dan mungkin satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk "Fortune 500", dengan nilai 100 miliar dolar AS, sudah semestinya menghasilkan yang lebih baik lagi untuk negara dan bangsa.

Namun, kata dia, harus diakui bahwa beberapa tahun belakangan, terjadinya manajemen dan permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di pengaturan ESDM di Tanah Air. Mulai dari pengaturan impor energi, hingga melakukan mengutip dari harga impor yang menguntungkan segelintir orang yang pintar namun serakah. 

"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah. Mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak, segelintir orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat," sesalnya.

Karena itu, Prabowo ketika dilantik menjadi Presiden telah bertekad untuk membersihkan Pertamina. Ia pun mengangkat Simon Aloysius sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina dengan beberapa anak muda di jajaran direksi, dengan tugas utama darinya yakni, jangan korupsi dan jangan mencari kekayaan. Serta diberi kewenangan luas untuk memecat siapapun yang kinerjanya tidak bagus.

"Saya beri tugas: jangan korupsi. Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar AS. Godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh dengan semua jajarannya," pesan Prabowo. 

"Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Enggak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari," tambah Kepala Negara itu. 

Oleh karena itu, Prabowo kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran pembantunya di pemerintahan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, mewujudkan manajemen yang amanah dan mengelola sumber kekayaan bangsa dan negara dengan sebaik-baiknya. Ia pun mengingatkan para pejabat untuk malu terhadap bangsa lain terutama bangsa sendiri, sehingga keliru jika masih ada pejabat yang menjalankan praktik 'mark up' yang disebutnya pencurian di siang bolong.

"Praktik-praktik mark up, penipuan. Mark up itu adalah penipuan dan pencurian. Mencuri di siang bolong. Dan sekarang teknologi sekarang ada, sehingga cepet ketahuan kalau mark up. Kalau ada pejabat yang ingin melaksanakan praktik-praktik lama, saya kira sangat keliru. Kita prihatin. Saya tidak tahu berapa direksi Pertamina yang sudah masuk penjara, saya tidak tahu," ujar Prabowo. 

"Karena negara dan bangsa membutuhkan dan menuntut manajemen yang terbaik. Kelola dengan baik. Saya sangat terkesan tadi Direktur Utama mengatakan menggunakan istilah Pertamina Wira, "Perwira". Ini luar biasa. Ini saya kira nafasnya seperti itu," imbuhnya. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: