Menkeu: Indonesia Emas 2045 Bukan Sekadar Slogan, Butuh Kerja Lintas Generasi

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026 | 10:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmadja)
Menteri Keuangan Purbaya (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas generasi yang harus diwujudkan secara konsisten.

Melalui Asta Cita, kata dia, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam upaya mencapai visi tersebut, pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiga sektor tersebut diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Purbaya dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Rabu (14/1/2026).

Di bidang fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sementara di sektor keuangan, koordinasi dengan Bank Sentral terus diperkuat guna memastikan kebijakan moneter berjalan seiring dengan kebijakan fiskal.

Adapun dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi berbagai hambatan investasi atau debottlenecking. Melalui mekanisme penyelesaian hambatan secara rutin, pemerintah menggelar sidang mingguan guna menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelaku usaha, sehingga iklim investasi di Indonesia semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Menkeu.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap Visi Indonesia Emas 2045, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara difokuskan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: