Soal Mundurnya AS dari PBB, WHO: Dunia Bakal Jadi Tidak Aman

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:30 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)

BeritaNasional.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memberikan peringatan keras terkait keputusan Amerika Serikat (AS) yang bakal meninggalkan organisasi tersebut pada Januari 2026.

Tedros menyebut langkah ini sebagai ancaman bagi keamanan kesehatan global maupun bagi AS sendiri.

Proses keluarnya AS dari WHO dipicu oleh perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada hari pertamanya kembali ke Gedung Putih, yakni 20 Januari 2026.

Dua hari setelahnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi menerima surat pemberitahuan pengunduran diri tersebut.

Sesuai dengan anggaran dasar organisasi, AS akan benar-benar terputus dari WHO tepat satu tahun setelah pemberitahuan diberikan.

Dalam pernyataannya pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat, Tedros secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Ia masih menaruh harapan agar negara adidaya tersebut mau meninjau ulang keputusannya dan kembali bergabung.

"Ini bukanlah keputusan yang tepat," ujar Tedros.

Ia menekankan bahwa hubungan WHO dan Amerika Serikat bersifat saling menguntungkan. Menurutnya, sebagian besar program kerja WHO memberikan dampak positif langsung bagi AS.

"Itulah mengapa saya katakan bahwa AS tidak akan aman tanpa bekerja sama dengan WHO," tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran soal stabilitas keuangan organisasi pasca ditinggal oleh salah satu donor terbesarnya, Tedros menjelaskan bahwa WHO tidak tinggal diam. Saat ini, organisasi tersebut tengah melakukan pembenahan internal melalui:

  • Penyesuaian Anggaran: Mengatur ulang prioritas pendanaan agar tetap efisien.
  • Reformasi Struktural: Memperbaiki sistem kerja organisasi agar lebih mandiri dan tangguh menghadapi krisis keuangan.

Mundurnya AS menandai babak baru dalam dinamika kesehatan dunia. Namun, Tedros menegaskan komitmennya untuk terus mereformasi organisasi agar tetap relevan di tengah tantangan global.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: