Beredar Narasi 700 Jiwa Terjebak di Tambang Emas Bogor: Itu Keliru!
BeritaNasional.com - PT Aneka Tambang (Antam) menyatakan narasi yang beredar tentang 700 jiwa terjebak dalam peristiwa munculnya asap CO² di area L600, wilayah Nanggung Kabupaten Bogor Jawa Barat, dinyatakan tidak benar atau keliru.
“ANTAM meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa, kami meluruskan bahwa hal itu keliru,” kata General Manager PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, Nilus Rahmat dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).
Beredarnya narasi yang menyebut angka 700 diduga adalah kekeliruan yang merujuk pada lokasi L700 Ciurug. Lokasi tersebut sudah tidak lagi digunakan untuk aktivitas pertambangan.
“Mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan untuk kegiatan operasi penambangan dengan nama Portal L.700 Ciurug,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, ia juga meluruskan kabar terkait dugaan terjadinya ledakan di area tambang serta klaim ratusan jiwa terjebak di dalam tambang. Kabar tersebut dipastikan tidak benar, karena sampai saat ini seluruh karyawan dipastikan aman.
“Penanganan kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman, dan aktivitas operasional perusahaan tetap berada dalam kendali,” jelasnya.
“ANTAM menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan Dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang,” tambah dia.
Atas kejadian ini, PT Antam memastikan akan selalu mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, serta penerapan good mining practice, dan terus berkoordinasi dengan aparat serta para pemangku kepentingan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“ANTAM berharap masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” terangnya.
Sedangkan untuk kejadian kemunculan asap dilaporkan terjadi sekira pukul 00.30 WIB, Selasa (13/1/2026). Diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga yang membuat peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida (CO).
Di mana ambang batas aman sebesar 25 ppm, sedangkan saat kejadian nilai terukur mencapai 1200 ppm. Kondisi tersebut sangat yang berbahaya apabila terpapar dalam kondisi tersebut. Hingga saat ini kondisi penanganan sedang berlangsung.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






