Peringatan Dini, Pemprov DKI Minta Warga Waspada Banjir Rob hingga 20 Januari 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:10 WIB
Petugas mengevakuasi warga yang tergenang banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Petugas mengevakuasi warga yang tergenang banjir rob di wilayah pesisir Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir pesisir alias rob yang diperkirakan terjadi sampai 20 Januari 2026.

Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan fenomena tersebut dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta.

Adapun, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–12.00 WIB dengan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu.

“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan mengingat durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut,” kata Isnawa pada Kamis (15/1/2026).

Isnawa meminta warga untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca serta dinamika air laut yang bisa berubah cepat.

Selain itu, warga diingatkan untuk menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat puncak pasang.

“Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” ujar Isnawa.

Selain itu, masyarakat diharapkan memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah seperti Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memperoleh pembaruan kondisi secara real-time.

“Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: