TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal & Korpasgat Bantu Pencarian Pesawat ATR 400 Usai Hilang Kontak di Maros

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 18 Januari 2026 | 07:07 WIB
TNI AU mengerahkan Helikopter Caracal untuk mencari Pesawat ATR 400 usai hilang kontak di Maros, Sulsel. (Foto/Istimewa)
TNI AU mengerahkan Helikopter Caracal untuk mencari Pesawat ATR 400 usai hilang kontak di Maros, Sulsel. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan helikopter H225M Caracal untuk membantu pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak ketika terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat yang membawa 7 kru dan 3 penumpang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan titik koordinat terakhir pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

“Helikopter H225M Caracal dengan Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman lepas landas dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros,” kata Kadispenal Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keteranganya yang dikutip pada Minggu (17/1/2026).

Selain unsur udara, TNI AU mengerahkan 82 personel dari Yon Parako 473 Korpasgat, Divisi Arhanud Korpasgat, Lanud Sultan Hasanuddin dan 1 kendaraan VCP untuk memperkuat tim gabungan yang terdiri atas Polres Maros, Kodim 1422/Maros, serta Basarnas.

“Seluruh unsur saat ini telah merapat ke Posko Lapangan di daerah Bantimurung untuk melakukan koordinasi intensif dan mempercepat proses pencarian,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh langkah penanganan darurat segera diterapkan setelah pesawat ATR 42-500 PK-THT dilaporkan kehilangan kontak saat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1/2026).

Begitu komunikasi terputus, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center langsung menetapkan status darurat Detresfa yang merupakan fase tertinggi dalam prosedur keselamatan penerbangan. 

Penetapan status ini menjadi sinyal dimulainya operasi pencarian dan pertolongan secara penuh.

“Kami langsung mengaktifkan mekanisme darurat begitu loss contact terjadi. AirNav, Basarnas, TNI Angkatan Udara, operator penerbangan, dan otoritas bandara melakukan koordinasi intensif untuk memastikan pencarian dan pertolongan berjalan optimal,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Endah Purnama Sari dalam keterangan resminya pada Sabtu (17/1/2026).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: