DPR Dukung Prabowo Tambah Dana Riset jadi Rp12 T: Pembangunan Harus Punya Landasan Riset Kuat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 18 Januari 2026 | 10:59 WIB
Momen Presiden Prabowo bertemu rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto/ Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Momen Presiden Prabowo bertemu rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Foto/ Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto menambah dana riset nasional menjadi Rp12 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun. Keputusan itu diambil Prabowo usai pertemuan dengan 1.200 rektor dan guru besar beragam perguruan tinggi.

Fikri menilai, penambahan dana riset nasional merupakan inisiatif budaya baru yang positif dalam tata kelola pemerintahan berbasis data dan keilmuan. Komitmen Prabowo tersebut menjadi angin segar dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi memberikan sumbangsih terbaik baik kemajuan bangsa.

"Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan sebuah negara yang maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji," ujarnya dalam siaran pers, dikutip Minggu (18/1/2026).

Menurut Fikri, pertemuan Prabowo dan ribuan pimpinan perguruan tinggi menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan kaum intelektual.

"Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa," jelasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, hal itu sejalan dengan peran strategis akademisi dalam kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) dalam pembangunan nasional.

Menurut Fikri, forum tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial saja, tetapi harus diformalkan agar menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif. Ia pun berharap para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk memberikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden.

"Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menambah anggaran untuk perguruan tinggi melakukan riset dan inovasi sebesar Rp4 triliun. Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai Prabowo memberikan taklimat kepada rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Bapak Presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun," kata Brian kepada wartawan.

Brian mengatakan penambahan anggaran ini sebagai bukti bahwa presiden memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam pembangunan negara.

"Memang Bapak Presiden memberikan amanah yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita," ujar Brian.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: