Jelajahi Cita Rasa Jawa Tengah, 5 Makanan Ini Patut Dicoba

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:29 WIB
Lumpia Semarang (BeritaNasional/freepik)
Lumpia Semarang (BeritaNasional/freepik)

BeritaNasional.com -  Indonesia memiliki banyak ragam kuliner khas, salah satunya Jawa Tengah. Bagi kamu pencinta kuliner nusantara menarik untuk menikmati ragam makanannya.

Berikut ulasan makanan khas Jawa Tengah

Apa Saja Makanan Khas Jawa Tengah yang Ikonik?

Berikut makanan khas Jawa Tengah yang wajib kamu coba:

1. Soto Kudus (Kudus)

Soto Kudus adalah soto khas Jawa Tengah dengan kuah bening yang ringan dan biasanya menggunakan suwiran ayam (atau kadang kerbau) serta tauge segar.

Ciri khasnya menggunakan mangkuk porsi kecil, kuah yang tidak memakai santan, rasa yang relatif gurih-segar. Keunikan ini membuatnya menonjol dibanding soto daerah lain.

2. Lumpia Semarang (Semarang)

Lumpia Semarang adalah camilan atau hidangan ringan yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah.

Isinya adalah rebung (bambu muda), kadang udang atau ayam, dibungkus kulit lumpia dan digoreng atau dipanggang ringan, disajikan dengan saus manis-asam.

Karena mudah ditemukan juga sebagai oleh-oleh, makanan khas Jawa Tengah ini jadi ikon kuliner kota Semarang.

3. Nasi Gandul (Pati)

Nasi Gandul berasal dari Pati, Jawa Tengah. “Gandul” sendiri berarti menggantung dalam bahasa Jawa, karena dahulu pedagang menjajakan dengan pikulan yang “menggantung”.

Hidangannya berupa nasi putih yang disiram kuah berbumbu kluwek dengan lauk daging sapi, tempe goreng atau perkedel.

Aroma daun pandan juga ikut dalam penyajiannya. Makanan khas Jawa Tengah ini punya karakter kuat gurih dan sedikit pedas.

4. Garang Asem (Kudus dan sekitarnya)

Garang Asem adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah yang memadukan rasa asam dan pedas yang menggugah selera.

Hidangannya berupa daging ayam atau ikan yang dibungkus daun pisang kemudian dimasak bersama santan (kadang) dan bumbu asam-rempah seperti belimbing wuluh dan cabai rawit.

Karena rasa dan penyajiannya yang khas, ini jadi pilihan menarik jika kamu suka hidangan berkuah.

5. Tempe Mendoan (Banyumas)

Tempe Mendoan berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dan jadi makanan khas Jawa Tengah yang sangat populer.

Istilah “mendoan” dalam bahasa lokal berarti setengah matang atau lembek. Tempe diiris tipis, dibalut tepung, digoreng cepat supaya bagian luar agak garing tapi dalamnya tetap lembut.

Hidangan ini cocok dijadikan cemilan atau teman minum teh atau kopi.

6. Nasi Grombyang (Pemalang)

Nasi Grombyang adalah makanan khas Jawa Tengah yang agak unik dari Pemalang.

Nama “grombyang” sendiri karena kuahnya yang melimpah sehingga tampak “bergoyang-goyang”.

Hidangan ini terdiri dari nasi, kuah berbumbu kehitaman dari kluwek, serta daging atau sate kerbau sebagai pelengkap.

Bila kamu suka makan berkuah dengan rasa lokal yang kental, ini salah satu rekomendasi.

7. Selat Solo (Solo)

Selat Solo atau sering diistilahkan “bistik Jawa” adalah perpaduan rasa Barat dan Jawa yang terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Hidangannya terdiri dari daging sapi yang dibentuk silinder atau irisan, bersama sayuran rebus (wortel, buncis, kentang), irisan telur, tomat, selada, dan kuah manis-gurih-sedikit asam khas Jawa.

Makanan khas Jawa Tengah ini cocok jika kamu mencari hidangan yang agak ‘hidangan utama’ dan bukan sekadar jajanan.

 

Bagaimana Ciri Khas Kuliner Jawa Tengah dari Segi Rasa dan Bahan?

Begini ciri khas kuliner Jawa Tengah yang perlu kamu tahu:

1. Rasa yang khas

Banyak makanan khas Jawa Tengah mengandung gula jawa, santan atau bumbu-manis lantaran pengaruh budaya Jawa yang “manis” dalam kulinernya. Contohnya: makanan seperti getuk, wajik.

Ada pula rasa asam-pedas yang muncul dalam hidangan seperti Garang Asem.

Bumbu rempah lokal seperti kluwek, daun pandan, daun salam, lengkuas juga banyak digunakan. Contoh: Nasi Gandul, Nasi Grombyang.

2. Bahan dan teknik lokal

Penggunaan daun pisang sebagai alas penyajian atau bungkus (contoh: Nasi Gandul, Garang Asem) agar aroma lebih khas.

Penggunaan bahan lokal seperti bambu muda (rebung) untuk isian lumpia, singkong untuk getuk.

Teknik memasak sederhana namun autentik, misalnya goreng setengah matang seperti tempe mendoan, atau kuah kental dari kanji seperti mie ongklok.

3. Keunikan lokal

Banyak makanan khas Jawa Tengah berasal dari warung kaki lima atau pasar tradisional dan bukan hanya restoran mewah, sehingga aura autentik dan lokalnya terasa.

Ada pula hubungan antara sejarah daerah dengan makanan: misalnya di kota tertentu makanan mencerminkan akulturasi budaya (Lumpia Semarang – Tionghoa dan Jawa) atau pengaruh kolonial (Selat Solo).sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: