Apa itu Picky Eater? Kenali Makna dan Penyebabnya
BeritaNasional.com - Memiliki anak yang sulit makan merupakan masalah yang biasanya hampir semua ibu mengalami.Kondisi ini praktis membuat orang tua khususnya ibu harus memutar otak agar si kecil memakan makanan tanpa picky eater. Tak jarang sang ibu dibuat stres karena perilaku anak yang picky eater. Lalu apa itu picky eater? Berikut ulasan arti dan penyebab picky eater:
Apa Itu Picky Eater?
Melansir laman Halodoc, istilah picky eater atau pemilih makanan seringkali digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang sangat selektif dalam memilih makanan.
Kondisi ini ditandai dengan penolakan terhadap berbagai jenis makanan, tekstur, atau rasa tertentu.
Picky eater pada anak bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dengan baik.
Menurut data dari WHO, masalah pemberian makan dan gangguan makan pada anak-anak usia 8 hingga 16 tahun berkisar antara 14% hingga 35%.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi asupan nutrisi anak, tetapi juga dapat menimbulkan stres bagi orang tua.
Penyebab Picky Eater pada Anak
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seorang anak menjadi picky eater. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua mencari solusi yang tepat:
- Faktor genetik. Kecenderungan menjadi picky eater bisa diturunkan dari orang tua. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki preferensi makanan yang terbatas, kemungkinan besar anak juga akan demikian.
- Pengalaman awal makan. Pengalaman pertama anak dengan makanan sangat penting. Jika anak pernah mengalami pengalaman negatif saat makan, seperti tersedak atau dipaksa makan, ia mungkin akan menjadi lebih selektif.
- Perkembangan sensorik. Anak-anak dengan masalah sensorik mungkin sangat sensitif terhadap tekstur, bau, atau tampilan makanan tertentu. Hal ini bisa membuat mereka menolak makanan yang dianggap aneh atau tidak menyenangkan.
- Masalah kesehatan. Kondisi medis tertentu, seperti alergi makanan, intoleransi laktosa, atau masalah pencernaan, dapat menyebabkan anak menjadi lebih selektif dalam memilih makanan.
- Faktor psikologis. Stres, kecemasan, atau tekanan dari lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi nafsu makan anak dan membuatnya menjadi lebih pemilih.
Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala untuk mendeteksi dini masalah makan dan memberikan intervensi yang tepat.
Selain perkembangannya, pahami juga Ketahui Pertumbuhan Bayi dari Usia 1 Hingga 12 Bulan berikut ini.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Picky Eater
Perkembangan usia: Anak-anak usia 2-6 tahun seringkali mengalami fase picky eater karena mereka sedang mengembangkan kemandirian dan kontrol diri.
Suasana makan: Suasana makan yang tidak menyenangkan, seperti adanya pertengkaran atau distraksi, dapat membuat anak kehilangan nafsu makan.
Pola makan keluarga: Anak cenderung mengikuti pola makan keluarga. Jika anggota keluarga lain juga picky eater, anak kemungkinan besar akan meniru perilaku tersebut.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition, lingkungan makan yang positif dan suportif dapat membantu mengurangi perilaku picky eater pada anak.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







